Breaking News:

Kontingen PON DIY Pulang Tanpa Sambutan, Ketua KONI DIY Tetap Janjikan Pembubaran Kontingen

Rencananya seremonial pembubaran kontingen tetap akan digelar sebagai bentuk penghargaan bagi seluruh atlet yang telah berjuang maksimal di PON.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seluruh kontingen DI Yogyakarta yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah seluruhnya pulang kemarin, Minggu (17/10/2021). 

Seluruh atlet dan tim ofisial dinilai telah maksimal untuk membuat DIY mendapat perolehan medali di Papua.

Di antaranya tak sedikit yang meraih sejumlah medali emas, perak dan perunggu, meski memang tidak sesuai target yang diharapkan sebelumnya.

Sayangnya, meski sudah bekerja keras saat tiba di Bandara YIA, tidak ada sambutan spesial bagi mereka.

Baca juga: Pecatur DIY M Kahfi Maulana Catatkan Sejarah Baru dengan Raihan 2 Medali Emas di PON XX Papua

Atas kejadian tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Djoko Pekik mengonfirmasi, sejak awal memang tidak ada seremonial penyambutan khusus bagi semua cabor yang tiba kembali dari Papua.

 “Hal ini untuk efisiensi kesederhanaan saja. Apalagi kita belum mampu meraih target 11 medali emas. Tanpa mengurangi makna penghargaan kita kepada peraih medali,” katanya. 

Sebagai gantinya, pria yang juga guru besar FIK UNY ini merencanakan untuk melakukan seremonial pembubaran kontingen. 

Hal ini ia nilai sebagai bentuk penghargaan bagi seluruh atlet yang telah berjuang maksimal di PON.

“Setelah semua kontingen pulang, kami akan evaluasi dulu. Setelah evaluasi, karena kemarin ada pengukuhan jadi besok juga akan ada pembubaran kontingen,” tuturnya. 

Baca juga: Putra Daerah Raih Medali di PON XX Papua 2021, Disdikpora Gunungkidul Akan Beri Apresiasi

Sementara itu rombongan kontingen yang telah tiba di DIY langsung menjalani seranhgkaian tes dan karantina sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Setelah menjalani tes PCR seluruh anggota kontingen langsung menuju Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kemensos untuk menjalani karantina yang berada di Jalan Veteran, Yogyakarta.

Selain itu, anggota kontingen juga diwajibkan untuk menjalani tes deteksi malaria. 

“Sesuai regulasi yang ada, setiba di bandara kita dijemput dan menuju lab untuk tes PCR, kemudian kami masuk karantina shelter di BBPPKS Kemensos yang difasilitasi Pemda DIY. Di sana kita juga menjalani tes malaria yang itu bagian dari regulasi bagi semua anggota kontingen,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved