Liga Champions

AC MILAN Kalah Lagi, Kata Zlatan Ibrahimovic Ini Pertandingan Terburuk

Menempati posisi juru kunci, kecil peluang bagi klub Liga Italia tersebut untuk menembus babak 16 besar.

FERNANDO VELUDO / AFP
Penjaga gawang FC Porto Diogo Costa (kanan) berebut bola dengan Zlatan Ibrahimovic selama pertandingan sepak bola Grup B Liga Champions UEFA antara FC Porto dan AC Milan di stadion Dragao di Porto Rabu 20 Oktober 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM- Penyerang veteran AC Milan, Zlatan Ibrahimovic menyebut kekalahan melawan Porto sebagai permainan terburuk yang pernah dimainkan tim.

Seperti diketahui, peluang AC Milan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2021/22 makin tipis usai dikalahkan wakil Portugal, FC Porto dengan skor 1-0 ketika bertandang ke Estadio do Dragao, Rabu (20/10/2021) dini hari WIB.

Hasil laga melawan FC Porto menjadi kekalahan ketiga AC Milan di Liga Champions musim ini.

Gol yang tercipta pada laga kali ini dilesakkan Luis Diaz (65').

Ia berhasil mengoyak jala gawang AC Milan kawalan Tatarusanu seusai memanfaatkan sodoran umpan Mehdi Taremi.

Sementara menempati posisi juru kunci, kecil peluang bagi klub Liga Italia tersebut untuk menembus babak 16 besar.

“Kami tidak pantas mendapatkan poin, ini adalah pertandingan terburuk yang pernah kami mainkan [dari tiga]. Tapi inilah sepak bola. Kami berada di titik nol, tetapi kami harus melanjutkan. Bagi banyak orang di tim ini, ini adalah pertama kalinya di Liga Champions, mereka harus tumbuh dan belajar. Kompetisi di Liga Champions membawa pengalaman ke liga,” kata Ibra.

“Ada begitu banyak pemain yang hilang, tetapi ini adalah bagian dari sepak bola. Saya baru saja kembali dan saya senang bermain, saya perlu lebih banyak menit untuk menemukan ritme. Semakin banyak saya bermain, semakin banyak ritme yang kembali. Itu adalah pertandingan pertama untuk Bakayoko juga, tetapi saya tidak ingin mencari alasan: di pertandingan berikutnya kami harus melakukan yang lebih baik.”

Hasil ini berarti bahwa Rossoneri telah bermain tiga kali dan kalah tiga kali saat kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh tahun dan terpaut empat poin dari posisi kedua dengan tiga pertandingan tersisa.

“Ada tiga pertandingan tersisa, kami berjuang untuk berada di Liga Champions dan selama ada peluang kami mengincar gol. Sayangnya kami kalah hari ini, tapi saya yakin.”

Zlatan Ibrahimovic meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan Grup B Liga Champions UEFA antara FC Porto dan AC Milan di stadion Dragao di Porto pada 20 Oktober 2021.
Zlatan Ibrahimovic meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan Grup B Liga Champions UEFA antara FC Porto dan AC Milan di stadion Dragao di Porto pada 20 Oktober 2021. (FERNANDO VELUDO / AFP)

Jalannya pertandingan, Porto yang bertindak sebagai tim tamu kesulitan untuk mengembangkan permainan.

Situasi tersebut berlangsung lantaran Porto tak membiarkan Rossoneri menemukan bentuk permainan mereka.

High pressing yang diterapkan oleh para pemain Porto membuat AC Milan nampak grogi.

Beberapa kali pemain Il Diavolo Rosso melakukan salah umpan ketika mendapatkan tekanan dari Pepe cs.

Di sisi lain, Porto lebih serang melancarkan serangan. Kecepatan Luis Diaz acapkali mampu merepotkan pertahanan AC Milan. Khususnya sektor kanan yang diemban Davide Calabria.

Porto mendapatkan peluang emas pada menit ke-17 melalui sepakan Mehdi dari dalam kotak penalti.

Namun tembakannya masih menyamping di sisi kanan kawalan Caprian Tatarusanu

Kesulitan mengalirkan permainan seperti biasa membuat AC Milan mengubah taktiknya.

AC Milan mulai menerapkan umpan direct maupun long pass yang ditujukan kepada Giroud.

Situasi ini menandakan lini tengah Rossoneri kalah saing dengan barisan gelandang tuan rumah. Memasuki menit ke-24, Porto mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan.

Lagi-lagi Mehdi mendapatkan kans untuk mengukir namanya di papan skor.

Namun heading yang dilakukan Mehdi masih belum on target mengarah ke gawang AC Milan.

Kehilangan Brahim Diaz di sektor gelandang serang membuat permainan AC Milan minim kreativitas.

Pola permainan monoton yang diperagakan Sandro Tonaldi dkk dengan mudah diantisipasi pertahanan Porto

Olivier Giroud yang ditugaskan sebagai ujung tombak permainan kesulitan untuk memperoleh peluang matang.

Pengawalan ketat yang diterapkan Pepe membuat eks pemain Chelsea itu terisolir.

Giroud kemudian mencoba mengubah perannya menjadi "tembok pemantul"

Dengan harapan, rekan-rekannya datang memberi suport dari second line.

Namun taktik tersebut juga tak berjalan lantaran transisi permainan Rossoneri terbilang lambat.

Hingga pertandingan babak pertama rampung, skor 0-0 bertahan untuk kedua tim.

Usai turun minum, Porto semakin gencar dalam melancarkan serangan.

Benteng pertahanan AC Milan akhirnya jebol pada menit ke-65. Ialah Luis Diaz yang sukses membuka gol bagi Porto memanfaatkan assist dari Mehdi Taremi.

Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah.

Masuknya Zlatan Ibrahimovic menggantikan Giroud diharapkan bisa lebih menghidupkan arus serangan AC Milan.

Meskipun demikian, skor 1-0 untuk keunggulan Porto bertahan hingga laga usai.

Dikutip dari situs Opta, ini adalah kali pertama dalam sejarah AC Milan mengawali kampanye Liga Champions dengan tiga kekalahan beruntun di fase grup.

Rossoneri, julukan AC Milan, kini menempati dasar klasemen Grup B tanpa mengoleksi poin.

AC Milan untuk sementara tertinggal empat angka dari Atletico Madrid dan FC Porto yang secara berurutan berada di atas mereka.

Adapun puncak klasemen Grup B Liga Champions saat ini ditempati oleh Liverpool.

The Reds, julukan Liverpool, memimpin klasemen Grup B dengan koleksi poin sempurna, 9, hasil dari tiga kemenangan. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved