Breaking News:

Mengenal La Nina yang Bikin Udara Lebih Dingin. Curah Hujan Bisa Lebih Tinggi

Apa itu La Nina? Ini adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Editor: ribut raharjo
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
Ilustrasi. Mendung Tebal - Mendung hitam menggelayut diatas Kota Yogyakarta, Selasa (22/9/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Apa itu La Nina? Ini adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor terjadinya fenomena La Nina lemah yang cukup berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa La Nina cukup berpengaruh terhadap peluang curah hujan di Indonesia, tetapi ini bukan badai.

"Kami mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi curah hujan lebih tinggi akibat kondisi La Nina. Tapi, La Nina ini bukan badai tropis ya," kata Dwikorita dalam Konferensi Pers, Senin (18/10/2021).

La Nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Dwikorita menjelaskan, fenomena La Nina terjadi ketika Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal.

Pendinginan ini berpotensi mengurangi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah.

Selain itu, angin pasat (trade winds) berembus lebih kuat dari biasanya di sepanjang Samudera Pasifik dari Amerika Selatan ke Indonesia.

Hal ini menyebabkan massa air hangat terbawa ke arah Pasifik Barat.

Karena massa air hangat berpindah tempat, maka air yang lebih dingin di bawah laut Pasifik akan naik ke permukaan untuk mengganti massa air hangat yang berpindah tadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved