Breaking News:

Jawa

Klaten Usulkan Bukit Sidoguro dan Candi Plaosan Miliki Barcode Aplikasi PeduliLindungi

Ada total lima objek wisata yang diusulkan segera memiliki barcode aplikasi PeduliLindungi ke (Kemenkes) RI.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah wisatawan bermain dengan burung dara di Objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Lima objek wisata di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diupayakan untuk segera dilengkapi dengan barcode PeduliLindungi di pintu masuk sebagai upaya mengecek kepemilikan sertifikat vaksin Covid-19 untuk setiap pengunjung.

Adapun lima objek wisata itu merupakan objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

"Kita sudah usulkan lima objek wisata yang ada di Klaten untuk mendapatkan barcode PeduliLindungi untuk mempermudah pengecekan wisatawan," ucap Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho saat TribunJogja.com temui di Desa Karangpakel, Senin (18/10/2021).

Menurut Nugroho, lima objek wisata yang diusulkan  dilengkapi barcode PeduliLindungi itu yakni Objek Wisata Bukit Sidoguro, Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Objek Mata Air Cokro (OMAC) dan pemandian Jolotundo.

Baca juga: Kecamatan Polanharjo Klaten Telah Dinyatakan Bebas Covid-19

Ia menambahkan, lima objek wisata itu sudah diusulkan segera memiliki barcode aplikasi PeduliLindungi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan respon terkait pengajuan itu.

"Sudah sejak selasa salu kita ajukan, mungkin karena banyak juga yang mengajukan jadinya harus ngantri dulu ya," akunya.

Selama barcode aplikasi PeduliLindungi belum ada, lanjut Nugroho, para pengelola objek wisata di Klaten diminta untuk melakukan pemeriksaan secara manual di setiap pintu masuk objek wisata.

"Sementara pengunjung diminta memperlihatkan kartu vaksin, kalau tidak ada atau tidak punya pengunjung tidak diizinkan masuk selama barcode belum keluar," jelasnya.

Baca juga: Pemkab Klaten Waspadai Munculnya Klaster Covid-19 di 3 Tempat ini

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Klaten, Sulamto mengaku jika pada PPKM Level 2 ini pihaknya justru bekerja lebih keras.

Hal itu karena terjadinya pelonggaran di beberapa sektor seperti diizinkannya hajatan, pertunjukan seni budaya hingga pembukaan wisata.

"Yang harus kita awasi tambahan adalah wisata, hajatan dan pertunjukan seni. Sasaran kita untuk operasi yustisi bukan hanya di pasar-pasar tapi lebih luas," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat agar selalu disiplin dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dimanapun berada.

"Nanti juga ada pengecekan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat wisata seperti yang dipersyaratkan dalam aturan yang ada," paparnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved