Kriminalitas

Beraksi di 2 Lokasi, Kawanan Pencuri Spesialis KUA Diringkus Polres Gunungkidul

Buku nikah yang dicuri nantinya dijual ke penyedia jasa kawin kontrak atau orang yang ingin memalsukan status pernikahan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dua pelaku pencurian dengan pemberatan berinisial PH (42) dan AA (41) belum lama ini dibekuk aparat Satreskrim Polres Gunungkidul.

Mereka mengkhususkan diri untuk aksi pencurian di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menyampaikan ada dua lokasi sasaran komplotan pencuri ini selama beraksi di Gunungkidul.

"Keduanya adalah KUA Kapanewon Patuk dan Playen, peristiwanya sama-sama dilaporkan pada 5 Agustus lalu," jelasnya memberikan keterangan pada Senin (18/10/2021).

Adapun identitas pelaku terungkap setelah aparat mendapatkan informasi serta rekaman CCTV yang menampilkan kawanan pelaku.

Baca juga: Beraksi di 20 TKP, Pelaku Spesialis Pencurian SD Berhasil Diringkus Polres Gunungkidul

Berbekal informasi tersebut, proses penangkapan pun dilakukan.

Suryanto mengatakan AA, warga asal Jakarta Selatan diamankan di Bandung, Jawa Barat pada awal September lalu.

Selang beberapa hari, rekannya PH yang merupakan warga Bogor dibekuk di Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya pun mengakui telah melakukan pencurian tersebut.

Adapun modus yang digunakan dengan mencongkel kunci pintu, kemudian menilap ratusan buku nikah, duplikatnya, serta kartu nikah yang kosong alias belum digunakan.

"Akibat peristiwa itu, KUA Patuk mengalami kerugian Rp 10 juta, sedangkan KUA Playen kerugiannya Rp 15 juta," ungkap Suryanto.

Aparat juga mengamankan barang bukti lain yang juga dicuri pelaku seperti laptop hingga layar monitor, termasuk kendaraan mobil hingga ponsel yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra menjelaskan para pelaku memang mengkhususkan diri pada pencurian buku nikah.

Baca juga: Kotak Infak Masjid di Tanjungsari Gunungkidul Jebol, Diduga Jadi Sasaran Pencurian

Dokumen tersebut kemudian dijual ke penyedia jasa kawin kontrak atau orang yang ingin memalsukan status pernikahan.

"Dokumen tersebut dijual ke Jawa Barat hingga Sumatra, kemudian hasilnya digunakan untuk pribadi," jelas Riyan.

Menurutnya, buku dan kartu nikah tersebut dijual mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

Selain PH dan AA, aparat kini juga memburu ED, rekan sesama pencuri yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Adapun kedua pelaku kini diamankan di Polres Gunungkidul.

Mereka pun dikenai Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian, yang mana ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved