Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Optimalkan Lahan, Pemkab Gunungkidul Inisiasi Pembangunan Irigasi di 4 Titik

Proyek ini merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan Kering (OPLA) yang diusung pemerintah pusat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Peresmian pompa air listrik untuk irigasi di Kapanewon Nglipar, Gunungkidul belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum lama ini menginisiasi pembangunan irigasi di 4 titik berbeda.

Proyek ini merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan Kering (OPLA) yang diusung pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyampaikan proyek irigasi tersebut meliputi perpompaan, perpipaan, hingga damparit.

"Lokasinya berada di Ponjong, Purwosari, Saptosari, dan Ngawen," jelas Raharjo lewat keterangannya pada Minggu (17/10/2021).

Baca juga: Anggaran Dropping Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Siapkan Langkah Antisipasi

Menurutnya, proyek pembangunan irigasi dilakukan untuk berbagai jenis lahan pertanian agar hasilnya ke depan jadi lebih optimal.

Seperti hortikultura dan perkebunan di 4 wilayah tersebut.

Adapun belum lama ini, pihaknya meresmikan bangunan air sumur pompa listrik di Pedukuhan Gojo, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar.

Termasuk jaringan irigasi untuk lahan pertanian kering di lahan tersebut.

Menurut Raharjo, pembangunan sumur pompa listrik tersebut menghabiskan dana Rp142.125.000,00 yang diterima dari pemerintah pusat.

Hasilnya berupa 2 titik sumur bor dengan jangkauan ke lahan seluas 25 hektare (ha).

Baca juga: Anggaran Dropping Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Siagakan Dana Cadangan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved