Breaking News:

Kota Yogyakarta

Geliatkan Ekonomi Masyarakat, PKS Kota Yogya Gelar Expo UKM 

DPD PKS Kota Yogyakarta menggulirkan Business Opportunity Expo (BOE) bagi pelaku UKM di Pendopo Migunani, Minggu (17/10/2021).

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Suasana event BOE yang digelar PKS Kota Yogyakarta, di Pendopo Migunani, Umbulharjo, Minggu (17/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk menggeliatkan ekonomi warga masyarakat di masa transisi, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Yogyakarta menggulirkan Business Opportunity Expo (BOE), bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), di Pendopo Migunani, Minggu (17/10/2021). 

Ketua DPD PKS Kota Yogyakarta, Nasrul Khoiri berujar, kegiatan tersebut dilangsungkan, dalam memberi dukungan pada UKM binaannya.

Terdapat 22 UKM, yang ambil bagian dalam event ini. Baik dari sektor kuliner  kerajinan, fashion, maupun pendidikan. 

"BOE ini rangkaian panjang sejak awal pandemi. Karena banyak UKM yang gulung tikar, kemudian kita dampingi ya, sehingga bisnis mereka tetap jalan. Alhamdulillah, seperti yang kita lihat bersama hari ini, mereka masih sanggup berproduksi dan tetap eksis," ujarnya. 

Baca juga: Diskop UKM DIY Gelar Pelatihan Pencatatan Keuangan Bagi Pelaku UKM

Menurut Nasrul, UKM binaan PKS Kota Yogyakarta kini memang masih didominasi masyarakat Umbulharjo, yang merupakan lokasi kantornya.

Hanya saja, ia menegaskan, perlahan pelaku-pelaku usaha di wilayah Mergangsan, hingga Kraton, mulai dijamahnya pula. 

"Mereka hari ini kita datangkan ke sini, display produk, kemudian kita pertemukan dengan pembelinya, ya, entah warga sekitar, atau anggota PKS sendiri. Kita mengusung jargon nglarisi kanca dewe," terangnya. 

Di samping itu, guna menjamin produk-produk UKM bisa terjual habis selama event, pihaknya pun menggandeng beberapa orang yang bersedia jadi pemborong.

Praktis, langkah tersebut bisa dibilang sukses, dan berhasil mendorong antusiasme warga sekitar. 

Baca juga: PPKM Turun ke Level 3, Polda DIY Dorong UKM Bangkit

"Jadi, pemborongnya itu, menyarahkan sekian uang pada pantia, kemudian diwujudkan menjadi voucher, dan kita bagikan kepada masyarakat," cetusnya. 

"Total kami membagikan 500 voucher, dan satu voucher nilanya Rp5 ribu. Jadi, kalau masyarakat belanja di sini, kemudian habisnya itu Rp20 ribu, misalnya, mereka membayar Rp15 ribu," tambah Nasrul. 

Ia pun berharap, kegiatan semacam ini, bisa kembali meningkatkan kepercayaan diri para pelaku UKM, setelah hampir dua tahun lamanya mengalami pasang surut akibat pandemi virus corona berkepanjangan. 

"Menjadi pemantik, agar teman-teman UKM di Yogyakarta merasa percaya diri lagi, bahwa usaha mereka itu, sekecil apapun, tetap memperoleh perhatian. Dengan begitu, ekonomi bangkit," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved