Cerita Pehobi Motor dari Jogja Pemilik RX King 20th Anniversary

Nugie dari Jogja memutuskan membeli RX King 20th Anniversary RX King 20th Anniversary tersebut akhirnya ia beli seharga Rp 15 juta.

Tayang:
IST
RX King 20th Anniversary tahun 2003 milik Gregorius Nugie 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta -- Stigma motor jambret pernah melekat di motor Yamaha RX King medio 1990-an. Dibekali kecepatan di atas rata-rata motor pada umumnya, kala itu RX King identik jadi tunggangan banyak pelaku kejahatan ketika melancarkan aksinya. Namun itu dulu, sebab RX King kini menjelma menjadi motor 2-tak legendaris dari Yamaha yang jadi incaran banyak pecinta motor 2-tak.

RX King 20th Anniversary tahun 2003 milik Gregorius Nugie
RX King 20th Anniversary tahun 2003 milik Gregorius Nugie (istimewa)

Pertama kali lahir tahun 1983, RX-King menggantikan produk sebelumnya RX-K, yang masuk ke Indonesia secara CBU (Completely Build-Up). Selanjutnya, Yamaha baru menghentikan produksinya tahun 2008 lantaran emisinya tidak lolos regulasi EURO 3.

Di antara generasi RX King yang kini jadi incaran para kolektor ialah RX-King edisi anniversary.

Tepatnya tahun 2003, dimana RX-King merayakan ulang tahun ke-20 sejak awal produksinya. Perbedaannya ada pada warna striping, ring lampu depan serta speedometer yang berubah menjadi emas. Tentunya selain tulisan 20th pada tutup boks.

"Kedua kakak saya dulu berkuliah tahun 1990-an, ketika itu Yamaha RX King sedang top-topnya. Nah ketika itu bapak saya membelikan Yamaha RX King yang digunakan bersama oleh kedua kakak saya, digunakan bergantian," terang Gregorius Nugie pehobi motor 2-tak sekaligus pelaku restorasi motor kepada Tribun Jogja, saat ditemui di kediamannya di kawasan Tegalrejo, Kota Yogya.

"Nah ketika itu saya masih kecil, jadi kadang saya pun di ajak berboncengan menunggangi Yamaha RX King tersebut. Menginjak usia remaja, saya pun terobsesi memiliki motor tersebut, Yamaha RX King ini motor gleleng," tambahnya.

Sekira tahun 2009 atau saat usianya baru menginjak 25 tahun, Nugie akhirnya mewujudkan keinginannya untuk memiliki Yamaha RX King keluaran 2004 berkelir biru.

Kegemarannya terhadap Yamaha RX King terus berlanjut, namun setelah menikah di tahun 2014 ia memutuskan menjual koleksi motor kesayangannya.

"Saya pikir sudah bukan wayahe, saya nggak mau lagi menunggangi RX King yang bedigasan," ujar Nugie.

"Hanya setahun, ternyata kumat. Saya putuskan membeli lagi RX King berkelir biru dari Semarang. Jujur saja, saya ra betah kalau nggak punya RX King, saya RX King kudu duwe," tambahnya.

Pada akhir 2020, koleksi RX King-nya bertambah. Kali ini Nugie memutuskan membeli RX King 20th Anniversary dari seorang kolega.

Namun kondisi Yamaha RX King 20th Anniversary tersebut ia dapat dalam kondisi bahan dan motor sudah cukup lama hanya disimpan di gudang.

"Motor ini sebelumnya hanya disimpan gudang. Bentuknya masih orisinil cuma blok, capit urang dicat gold, tapi jelek. Kemudian velgnya diganti racing, ya menurut saya ra wangun lah pacakan e (tampilannya)," ujar Nugie.

Melalui negosiasi yang cukup alot, Yamaha RX King 20th Anniversary tersebut akhirnya ia beli seharga Rp 15 juta.

Harga yang relatif murah untuk RX King generasi 20th Anniversary tahun 2003.

Lantas, RX King 20th Anniversary tersebut ia restorasi namun disesuaikan dengan karakter dan konsep yang menjadi keinginannya yakni daily use racing.

"Konsepnya saya bikin daily use racing, jadi digunakan untuk penggunaan harian nyaman, jarak jauh juga kuat dan nyaman, sesuai selera saya," kata pria yang juga pehobi Suzuki Satria 2-tak ini.

"Estetika juga saya perhatikan, dari tampilan tidak terlalu trondol tapi tetap berisi, kemudian kalau dari mesin saya cuma porting, cuma mengaplikasikan karbu PWK 35 Sudco Air Strike, kemudian membran pakai Yamaha NS, knalpot pakai SMR," jelasnya.

Dari sektor mesin, Nugie juga mengganti laher dan stang seher. Sementara blok aslinya ia simpan.

"Mesin full standar, cuma waktu membangun motor ini mesin saya belah, laher semua saya perbarui. Pengapian full standar, cuma saya belikan blok baru, sebab motor ini saya dapat bloknya masih bawaan dan oversizenya masih nol, jadi saya pertahankan dan saya simpan. Blok saya ganti belikan baru, porting untuk harian," jelasnya.

Dari sektor kaki-kaki, shock belakang menggunakan RCB, shock depan di-rebound ulang.

Sedangkan untuk sektor pengereman tak lupa ia upgrade agar lebih nyaman, di samping penambahan stabilizer setang supaya ketika kecepatan tinggi motornya tidak goyang.

Setang Bajaj Pulsar 180 diaplikasikan Nugie di Yamaha RX King 20th Anniversary miliknya. Menurutnya, dengan bentuk setang yang lebar namun posisinya menekuk, riding positioning-nya menjadi sangat nyaman, baik saat digunakan handling maupun ketika tengah akselerasi.

Sementara untuk velg, Nugie mengaplikasikan Excel Takasago Asia ring 18 dibalut ban Bridgestone BT46.

"Berdasar Dyno Test atau alat uji performa motor, Yamaha RX King 20th Anniversary ini tembus 25 horsepower, torsi 18 newton/ meter, dan top speed tembus 170 km/ jam," terang Nugie.

"Kalau biaya restorasi berikut unit motornya mungkin ditotal sudah habis sekira Rp 40-50 juta. Teman-teman pecinta RX King bilang ke saya apa enggak eman-eman kalau RX King special edition dibikin trondolan seperti ini. Tapi karena RX King 20th Anniversary yang kata orang motor bagus dan legendaris, saya justru ingin tampil beda dari sisi performa dan tampilan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved