Breaking News:

Kriminalitas

Polisi Musnahkan 48 Juta Butir Obat Keras Ilegal yang Disita dari 2 Pabrik di Yogyakarta

Pemusnahan di Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan incinerator atau mesin penghancur limbah organik menggunakan metode pembakaran.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Obat keras ilegal, berikut bahan bakunya yang menjadi barang bukti dari hasil penggerebekan dua pabrik besar di Daerah Istimewa Yogyakarta, dimusnahkan di Polda DIY, pada Jumat (15/10/2021) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan juta butir obat keras ilegal, berikut bahan bakunya yang menjadi barang bukti dari penggerebekan dua pabrik besar di Daerah Istimewa Yogyakarta, dimusnahkan pada Jumat (15/10/2021) pagi.

Pemusnahan obat berbahaya itu, dilakukan dalam dua sesi.

Yaitu, di Yogyakarta yang bertempat di halaman gedung promoter Polda DIY dan di Semarang. 

Wadir Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Jayadi mengatakan, pemusnahan dilakukan dalam dua sesi di Yogyakarta dan Semarang.

Baca juga: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berskala Mega di Bantul

Sebab, di Yogyakarta belum ada fasilitas pengolahan limbah yang cukup memadai untuk memusnahkan barang bukti obat keras ilegal yang jumlahnya cukup banyak.

Sehingga setelah kegiatan pemusnahan di Yogyakarta, sisa barang bukti lainnya akan langsung dibawa ke Semarang. 

"Sudah barang tentu (pengiriman ke Semarang) akan dikawal oleh petugas dari Polda DIY. Ini untuk memastikan bahwa pengiriman barang bukti ini sampai ke tujuan dan semuanya dalam keadaan aman, dimusnahkan semuanya. Jadi tidak ada deviasi atau kebocoran terhadap barang bukti yang cukup banyak ini," kata dia. 

Dalam kegiatan pemusnahan tersebut, total ada 48.188.000 butir obat keras ilegal di antaranya hexymer, dextromethorphan, obat double L, Irgaphan dan lain-lain.

Kemudian 8.465 kilogram bahan baku pembuatan obat keras.

Barang bukti sebanyak itu, disita pihak Kepolisian dari hasil penggerebekan di dua pabrik besar di wilayah Ngestiharjo, Kasihan, Bantul dan Pelemgurih, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Baca juga: Bareskrim : Pabrik Obat Keras Ilegal di Kasihan Bantul sebagai Kasus Terbesar yang Pernah Ditangani

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved