Breaking News:

Mengenal Sosok Ari Pir, Atlet Berprestasi yang Kini Menempuh Studi di SLBN 1 Yogyakarta

Pirnanto Ari Prastowo atau yang akrab disapa Ari Pir adalah sosok yang tak kenal patah semangat.

Editor: ribut raharjo
Mengenal Sosok Ari Pir, Atlet Berprestasi yang Kini Menempuh Studi di SLBN 1 Yogyakarta
Istimewa
Pirnanto Ari Prastowo atau yang akrab disapa Ari Pir

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pirnanto Ari Prastowo atau yang akrab disapa Ari Pir adalah sosok yang tak kenal patah semangat.

Siswa SLBN 1 Yogyakarta penyandang disabilitas tunagrahita merupakan atlet tenis meja di event event olahraga nasional yakni Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI tahun 2020.

Sedianya Peparnas ini dilakukan di tahun 2020 lalu dikarenakan masa pandemi Covid-19 akhirnya pemerintah memutuskan untuk dilaksanakan di tahun ini.

Event empat tahunan yang disandingkan dengan event lainnya yaitu PON XX yang juga dilangsungkan di tanah Papua. Tidak mudah bagi seorang Ari Pir untuk senantiasa disiplin berlatih bahkan menempuh jarak dari rumahnya di Patuk Gunungkidul untuk sampai ke Kota Yogyakarta dan berlatih di Alun-Alun Utara Yogyakarta bersama-sama teman-teman disabilitas lainnya.

Perjalanan awal sebelum berlatih di bidang olahraga tenis meja yang dipilihnya, itu setelah menempuh pendidikan di salah satu sekolah dasar di Kota Yogyakarta.

Namun karena keterlambatan dalam mengikuti pembelajaran bahkan sampai tidak bersekolah selama hampir 2 tahun lamanya menjadikan Ari Pir merasa tidak percaya diri lagi di hadapan teman-temannya.

Namun tidak putus asa semangatnya untuk tetap bersekolah. Akhirnya ia tambatkan ke SLB Negeri 1 Yogyakarta sejak tahun 2016 yang lalu.

Semenjak itu oleh guru olahraganya memulai berlatih cabang olahraga tenis meja di kegiatan intrakurikuler sebagai kegiatan pengembangan diri siswa di sekolah.

Pada perkembangannya Ari Pir mencatatkan penningkatan kemampuan yang cukup bagus sehingga diikutkan di program kelas khusus olahraga cabang tenis meja yang pembelajarannya berdampingan dengan rombongan khusus pilihannya di keterampilan menjahit.

Ari Pir tidak cukup puas diri dan terus meningkatkan kemampuan di kegiatan ekstrakurikuler tenis meja binaan PTMSI Provinsi DIY di alun-alun utara Yogyakarta.

Beberapa prestasi event olahraga telah diraihnya, antara lain; Juara 2 lomba tenis meja kategori tunagrahita dalam ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda ) tahun 2019, Juara 2 di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Tunagrahita yang sebelumnya dikenal dengan Popda SoIna di kategori yang sama, Juara 3 diajang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) tahun 2019 dan Juara 3 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) National Paralympic Commitee (NPC) 2019 yang digelar di Solo.

Ari Pir setiap harinya menempuh perjalanan jauh untuk berlatih keras, bahkan beberapa kali mengalami kecelakaan lalu lintas sampai terjadi cedera lengan dan harus menjalani istirahat total selama dua minggu untuk memulihkan kembali kondisinya.

Program latihan yang harus dijalani begitu padat menjelang keberangkatannya ke Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI di Papua, harus menjalani latihan pagi dan sore untuk bissa meraih prestasi yang maksimal dengan mempersembahkan juara bagi kontingen DIY.

Ari Pir kini benar-benar menjadi salah satu atlet kebanggan DIY yang diharapkan mampu menunjukkan kemampuan yang dimilikinya dan siap menuju kemandirian nan berprestasi sebagaimana visi misi sekolah untuk menciptakan peserta didik yang mandiri dan berprestasi sesuai kemampuannya.

Harapannya untuk dapat meraih prestasi sehingga memberikan rasa bangga terhadap kedua orang tuanya juga sekolah yang telah mengarahkan, membimbing, dan melatihnya. (Rilis SLBN 1 Yogya)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved