Breaking News:

100 Wisatawan Harus Putar Balik Tak Bisa Masuk Candi Borobudur. Mengapa?

Taman Wisata Candi Borobudur merupakan destinasi wisata di Kabupaten Magelang yang sudah mendapat izin untuk menggelar uji coba wisata.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: ribut raharjo
Dok. Tribun Jogja
Candi Borobudur 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Taman Wisata Candi Borobudur merupakan destinasi wisata di Kabupaten Magelang yang sudah mendapat izin untuk menggelar uji coba wisata mulai 18 September 2021 lalu.

Tentu izin itu diberikan kepada Candi Borobudur dengan persyaratan ketat, satu di antaranya penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Di antaranya, wisatawan ke Candi Borobudur diwajibkan sudah mendapatkan suntikan vaksin, mengunduh aplikasi pedulilindungi, serta usia tidak boleh di bawah 12 tahun.

Namun, selama uji coba masih ditemui pengunjung yang tidak memenuhi persyaratan.

Plt General Manager Taman Wisata Candi (TWC), Jamaludin Mawardi menuturkan, selama uji coba wisata rata-rata per hari sekitar 100 orang diminta putarbalik karena tidak memenuhi persyaratan.

"Mulai dari pembukaan pada (18/9/2021) hingga (12/10/2021)) total pengunjung sebanyak 4.119 oran yang diputarbalikan sebanyak 3.895 orang," ujarnya pada Jumat (15/10/2021).

Ia mengatakan, pemutarbalikan wisatawan berdasarkan pendataan tersebut didominasi anak-anak di bawah 12 tahun sebanyak 1.093 orang.

Sedangkan, sisanya 2.802 orang diputarbalikan sebab belum mendapatkan suntikan vaksin, maupun kendala aplikasi Pedulilindungi, seperti handphonenya tidak support aplikasi atau belum mengunduh aplikasi.

"Dominasi pemutarbalikan dari kalangan anak-anak dibawah 12 tahun karena kunjungan masih kebanyakan berasal dari lingkup keluarga. Sementara itu, terkait kendala aplikasi disebabkan masih banyak pengunjung yang tidak mengetahui persyaratan untuk berwisata ke sini (Candi Borobudur)," terangnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait diskresi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait anak di bawah usia 12 tahun diizinkan berwisata. Pihaknya belum mendapatkan imbauan tersebut.

"Belum ada imbauan seperti itu. Saat ini, kami masih berpedoman pada peraturan Kemenparekraf pada uji coba pariwisata. Di mana, anak di bawah 12 tahun belum diziinkan untuk berwisata ke sini," ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi wisatawan yang tidak memenuhi persyaratan berwisata.

Pihaknya akan melakukan pengetatan pada area cek sebelum wisatawan memasuki wilayah Candi Borobudur.

"Setelah dilakukam evaluasi, kamk akan melakukan pengecekan lebih ketat, terutama pada bus yang membawa rombongan. Nantinya, petugas akan disiapkan untuk mengecek ke dalam bus secara langsung," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved