Breaking News:

Meski Dibolehkan, Biro Travel Umrah DIY Tak Ingin Buru-buru Berangkatkan Calon Jemaah

Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu pelaksanaan ibadah Umrah bagi jamaah asal Indonesia. Izin tersebut menjadi angin segar, terutama bagi

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Ist.
Ilustrasi ibadah umroh di Mekah, Arab Saudi. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu pelaksanaan ibadah Umrah bagi jamaah asal Indonesia. Izin tersebut menjadi angin segar, terutama bagi Biro tour and travel yang membuka paket perjalanan Umrah.

Pasalnya, pemberian izin umrah ini merupakan sesuatu yang ditunggu dan dinantikan setelah sebelumnya terhenti akibat pandemi corona. Meski demikian, pemberangkatan jamaah tidak ingin dilakukan terburu-buru. 

Kepala Cabang Al Aziz Tour and Travel DIY, Abu Ayyub mengatakan, meskipun Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberikan izin jamaah umrah asal Indonesia, namun pihaknya mengaku tidak ingin tergesa-gesa memberangkatkan calon jemaah.

Hingga kini menunggu ada kebijakan pasti. Sebab, pihaknya masih menunggu sistem lebih tertata. Karena meskipun telah open visa namun ketentuan tersebut dikhawatirkan masih bisa berubah-ubah. 

"Di setiap awal musim, kami tidak terburu-buru. Menunggu sudah 1 bulan keberangkatan awal, baru merencanakan keberangkatan. Kalau awal (langsung berangkat) kami tidak berani karena secara sistem belum tertata. Untuk menghindari misalnya ada ketentan baru maupun aturan baru. Biar tidak kemrungsung. Kami tidak mau resiko," katanya, Kamis (14/10/2021). 

Baca juga: Karang Taruna Kabupaten Bantul Berinovasi dengan Mendesain Batik Sawo Kecik

Ayyub mengungkapkan, saat ini Al Aziz tour and travel, yang beralamat di Griya Taman Asri, Pandowoharjo, Kabupaten Sleman belum mendapat instruksi dari kantor pusat untuk membuka kembali pendaftaran calon jemaah umrah. Namun jika ada yang mendaftar diperbolehkan dengan catatan tidak menyetor dana terlebih dahulu. 

Pasalnya, hingga kini daftar tunggu (waiting list) slot jamaah Umrah DIY yang keberangkatannya sempat tertunda jumlahnya cukup banyak. Ada sekira 50an jamaah. Mereka sudah melakukan pembayaran, dan nantinya akan diprioritaskan untuk berangkat.

Ayyub mengungkapkan, jumlah waiting list jamaah umrah di biro perjalanan yang Ia dikelola sebenarnya lebih dari itu, namun karena pandemi, kebijakan perusahaan sebagian ada yang uangnya dikembalikan. Kendati, ada sebagian yang sudah disetorkan ke maskapai dan tidak bisa ditarik kembali. 

"Dana yang sudah diajukan ke maskapai sudah tidak bisa ditarik. Maka dana akan tetap digunakan untuk pemberangkatan kalau sudah dibuka," ujarnya. 

Tambah Biaya 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved