Breaking News:

PON XX Papua

Cerita Pesilat DIY, Firdhana Wahyu Putra saat Bertanding di Partai Final PON XX Papua

Pesilat DI Yogyakarta, Firdhana Wahyu Putra harus puas dengan meraih medali perak pada laga final kelas J putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON)

istimewa
Atlet silat DIY, Firdhana Wahyu Putra meraih medali perak di PON XX Papua. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pesilat DI Yogyakarta, Firdhana Wahyu Putra harus puas dengan meraih medali perak pada laga final kelas J putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah dinyatakan kalah dari tuan rumah Papua, Putra Hidayana.

Bertanding sangat meyakinkan di Gor Toware, Jayapura, Selasa (12/10/2021), Firdhan panggilan akrabnya kalah dengan skor 1-4 di partai final.

Rinciannya dari lima juri yang diberi amanah untuk menilai pertandingan, hanya satu juri saja yang memberikan poin kemenangan bagi pesilat asal Kabupaten Bantul ini.

Juri itu merupakan juri keempat yang memberikan skor 21-17, sementara yang lainnya berpihak pada tuan rumah dengan memberi skor 18-15, juri kedua dengan 16-14, juri ketiga dengan 17-15 dan juri kelima dengan 19-13.

Baca juga: Kota Magelang Terima Piagam WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2020

Firdhan mengaku cukup kecewa dengan hasil ini, namun ia tetap mensyukuri atas prestasi yang didapatnya, lantaran perolehan medalinya meningkat dari ajang PON lima tahun lalu di Jawa Barat.

"Perolehan ini tetap saya syukuri, meski rasanya saya bisa mendapat peringkat lebih dari ini. Mungkin untuk saat ini rezeki dari Allah buat saya ini, semoga ke depan saya bisa mendapat gantinya dengan hasil yang lebih baik," kata Firdhan, Kamis (14/10/2021).

Di sisi lain sebetulnya ekspektasi Firdhan dalam pertandingan di kelas J putra akan bertarung dengan wakil Jawa Timur, Eko Febrianto di partai final.

Menurutnya, Eko Febrianto tampil meyakinkan saat berhadapan dengan Putra Hidayana di babak semifinal. Poin yang didapat Eko juga termasuk tinggi, hanya saja saat pertarungan Eko dinyatakan memukul area terlarang yakni wajah alih-alih bagian badan.

"Karena itu Eko dianggap pelanggaran, padahal kalau dilihat siaran ulang itu tidak mengenai wajah tapi bagian badan agak atas. Tapi mungkin karena di lapangan dan prosesnya cepat, jadi wasit/juri tidak terlalu teliti," bebernya.

Dari sana Firdhan tak mau berpikir berlebihan, dan memilih fokus untuk pertandingannya di partai final, meski ada sedikit rasa khawatir jika pertandingan tidak berjalan dengan lancar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved