Bacaan Doa Berjimak Berhubungan Badan Suami Istri yang Perlu Dihafal Agar Diberi Keturunan Saleh
Bagi Anda para suami yang mungkin belum tahu, ada sejumlah doa yang sangat dianjurkan dibaca sebelum melakukan hubungan badan dengan istri.
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Pasangan yang hendak melakukan hubungan suami istri disunnahkan untuk membaca sejumlah doa kepada Allah SWT.
Tujuannya tentu adalah meminta perlindungan dari Allah SWT dari godaan syaiton.
Bagi Anda para suami yang mungkin belum tahu, ada sejumlah doa yang sangat dianjurkan dibaca sebelum melakukan hubungan badan dengan istri.
Doa ini dibaca sebelum menggauli istri, saat air mani atau sperma keluar dan setelah melakukan hubungan badan.
Doa tersebut juga untuk memohon kepada Allah agar dapat dikaruniai anak saleh.
Doa berhubungan seksual sendiri dibagi menjadi 3, yakni doa saat akan berhubungan intim, saat mengeluarkan air mani , dan setelah selesai melakukan hubungan seksual .
1. Doa Sebelum Hubungan Intim
Sebelum berhubungan, suami dan istri harus berdoa sesuai sunnah.
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.”
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”
2. Doa Ketika Mengeluarkan Air Mani
Ketika mengeluarkan air mani, pasangan suami istri disunnahkan untuk berdoa agar air mani yang dikeluarkan bisa memberikan keturunan yang baik.
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah.”
Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”
3. Doa Setelah Selesai Hubungan Intim
Setelah selesai melakukan hubungan seksual pun, suami istri harus berdoa dengan mengucapkan hamdalah.
"Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa."
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).”
Untuk meraih keberkahan dalam hubungan seksual pada pasutri, di antaranya adalah dengan berdo’a ketika hendak melakukannya.
Salah satu berkah di balik doa berhubungan seksual ini adalah akan memberikan kebaikan pada keturunan yang dihasilkan.
Juga tentunya hubungan intim yang sesuai ajaran Rasulullah SAW akan semakin menambah kemesraan karena keberkahan yang hadir saat itu.
Berkah lain dari doa berhubungan seksual ini antara lain:
Mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Abu Bakar RA pernah berkata; ”Aku tidaklah biarkan satu pun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Bukhari no. 3093 dan Muslim no. 1759).
Setan tidak akan turut serta dalam hubungan intim tersebut karena di dalam do’a ini diawali dengan penyebutan “bismillah”. Demikian pendapat sebagian ulama. Mujahid rahimahullah berkata: “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya.” (Fathul Bari, 9: 229). Ya Allah, lindungilah kami dari gangguan setan kala itu.
Kebaikan do’a ini pun akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim tersebut.
Buktinya adalah riwayat mursal namun hasan dari ‘Abdur Razaq di mana disebutkan: “Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang sholeh.” (Fathul Bari, 9: 229).
Keturunan yang dihasilkan dari hubungan ini akan selamat dari berbagai gangguan setan. Jika dipahami dari tekstual hadits, yang dimaksud dengan anak tersebut akan selamat dari berbagai bahaya adalah umum, yaitu mencakup bahaya dunia maupun agama. Namun Al Qodhi ‘Iyadh berkata bahwa para ulama tidak memahami seperti itu. (Minhatul ‘Allam, 7: 348).
Keberkahan do’a ini berlaku bagi perempuan yang akan hamil dengan hubungan seksual tersebut atau yang tidak hamil karena lafazhnya umum. Inilah pendapat Al Qodhi ‘Iyadh (Fathul Bari, 9: 229).
Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan hafizhohullah berkata; “Hendaklah seorang muslim bersemangat mengamalkan do’a ini ketika berhubungan intim hingga menjadi kebiasaan. Hendaklah dia melakukannya dalam rangka mengamalkan nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan demi menghasilkan keturunan yang terjaga dan terlindungi dari gangguan setan, juga supaya mendapatkan keberkahan dari do’a ini.” (Minhatul ‘Allam, 7: 348).
Ibnu Hajar juga berkata, “Faedah yang ditunjukkan dalam do’a ini adalah disunnahkannya membaca bismillah dan berdo’a serta merutinkannya hingga pada hal yang nikmat semacam dalam hubungan intim.” (Fathul Bari, 9: 229).
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa setan akan mengganggu manusia dalam segala kondisi. Ketika tidur, ketika bangun dari tidur, setan akan terus memberikan rasa was-was.
Jika seseorang lalai dari mengingat Allah, maka setan akan mengganggu. Namun jika mengingat Allah, setan akan lari bersembunyi. (*)