Breaking News:

Apa Itu Maulid Nabi? Simak Penjelasan Singkatnya Berikut Ini

Bagi Anda yang mungkin non-Muslim atau yang penasaran dan ingin tahun tentang Maulid Nabi Muhammad SAW berikut penjelasan singkatnya

ist
Maulid Nabi Muhammad SAW 

TRIBUNJOGJA.COM - Apa itu Maulid Nabi Muhammad SAW ?

Bagi Anda yang mungkin non-Muslim atau Anda yang penasaran dan ingin tahun tentang Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober 2021 nanti, berikut penjelasan singkatnya.

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Baginda Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 570 Masehi.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi penghormatan kepada Nabi Muhammad dari umat muslim.

Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan.

Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW (dok.istimewa)

Misalnya pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan acara pengajian.

Kemudian menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Ada pula tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dan masih banyak lagi berbagai cara yang dilakukan masyarakat sesuai adatnya masing-masing dalam menyambut Mualid Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari wikipedia, sebagian masyarakat Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awa.Sedangkan Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Ja'far ash-Shadiq.

Ilustrasi ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW (madeenah.com)

Maulid dirayakan di banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia, serta di negara-negara lain di mana masyarakat Muslim banyak membentuk komunitas.

Sementara di Arab Saudi dan Qatar yang negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi.

Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved