Breaking News:

Tips dan Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Tak Berhutang

Dana pendapatan dan pengeluaran keluarga seharusnya dikelola dengan baik. Jika berhasil, maka menghasilkan investasi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Sukoharjo, KH. Mukhtar Hartanto (tengah) sedang menyampaikan materi manajemen keuangan keluarga, didampingi task force DPKM UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., (kiri) dan moderator Apt. Okha Ferdiyan Putra, S. Farm. (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dana pendapatan dan pengeluaran keluarga seharusnya dikelola dengan baik. Jika berhasil, maka menghasilkan investasi.

Sebaliknya, bila gagal mengatur keuangan keluarga, maka akan berhutang. 

Selain berusaha menambah sumber pendapatan, pemakaian dana pendapatan haruslah ditekan, dicatat dan diatur alokasi pengeluarannya sesuai kebutuhan (need), bukan keinginan (want).

Poin-poin penting ini dibedah tuntas dalam Seminar Management Financial “Mempersiapkan Manajer Keuangan yang Baik untuk Keluarga” di Pondok Pesantren Barokah Bendosari binaan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Sukoharjo, Minggu (10/10/2021)

Tiga narasumber yang dihadirkan adalah founder@imotocakery (imoto cake and bakery), Jumiati, S.Pd., task force Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., dan Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Sukoharjo, KH. Mukhtar Hartanto.

Sebelum dibelanjakan, menurut Jumiati, dana pendapatan seyogyanya dikurangi terlebih dahulu dengan zakat, infak dan sedekah.

ZIS ini merupakan kewajiban umat Islam dan diperuntukkan bagi kepentingan umat. Untuk itu, wajib ditunaikan pertama kali.

“Pendapatan kita langsung dikurangi zakat, infak dan sedekah dulu. Sisanya menjadi pendapatan bersih untuk dibelanjakan dengan bijak supaya barokah,” jelas Jumiati. 

Pada saat menggunakannya, dana pendapatan harus dikendalikan pengeluarannya sesuai kebutuhan (need). 

Caranya dengan menjaga gaya hidup melalui pengetatan skala prioritas dan bukan sekedar hanya keinginan belaka (want). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved