Breaking News:

Penjelasan Haris Azhar Soal Tudingan Meminta Saham Freeport

Menjawab tudingan tersebut Haris Azhar menyatakan dirinya mendatangi Luhut karena menjadi kuasa hukum masyarakat adat setempat.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews/Syahrizal Sidik
Haris Azhar, aktivis HAM dan mantan Koordinator Kontras 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Perseteruan antara aktivis dan pengacara Haris Azhar dengan Luhut Binsar Pandjaitan hingga saat ini terus berlangsung.

Bahkan tuduhan meminta saham Freeport menimpa Haris Azhar.

Tudingan meminta saham Freeport tersebut disampaikan oleh pengacara Luhut, Junimart Girsang dalam acara "Mata Najwa" yang berjudul "Kuasa Hukum Luhut: Haris Azhar Minta Saham Freeport - Kritik, Panik Enggak (Part 2)".

Menjawab tudingan tersebut Haris Azhar menyatakan dirinya mendatangi Luhut karena menjadi kuasa hukum masyarakat adat setempat.

"Saya minta saham? Memangnya saya siapa? Pertama saya jelaskan, saya datang atas nama kuasa hukum masyarakat adat, tiga-empat kampung di sekitar Freeport Indonesia di Mimika," ujar Haris kepada Kompas.com, Rabu (13/10/2021) dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

"Yang secara kontraktual dan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi, dinyatakan memiliki hak bagi hasil atau saham," kata dia.

Haris menerangkan, ia tidak bertemu dengan Luhut namun bertemu dengan staf dan deputi Menko Marves.

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas divestasi saham PT Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua yang tinggal di sekitarnya.

Baca juga: Nama Luhut Binsar Pandjaitan Disebut dalam Pandora Papers, Jubir Menko Marives Beri Penjelasan

Haris menerangkan pertemuan itu terjadi hanya satu kali yaitu pada 4 Maret 2021.

Sebab, selama ini tata kelola saham tidak dibarengi dengan penyusunan Perda yang menjadi payung hukum.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved