Kiper PSIM, Imam Arif Ungkap Kesuksesan Hadang Tendangan Beto dan Ferdinand Sinaga di Derby Mataram

Laga penuh gengsi yang dikemas dalam derby Mataram yang mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan Persis Solo selalu menarik perhatian.

freepik
Ilustrasi bola 

Selanjutnya, Imam berharap jika dukungan suporter bagi PSIM tidak pernah berhenti sampai akhir, bahkan ia berterimakasih kepada suporter yang tetap setia meski hasil pada pertandingan sebelumnya belum maksimal.

Ia juga menyebut jika pada laga semalam dirinya memiliki motivasi besar untuk bermain karena laga tersebut merupakan laga yang penting bagi tim dan seluruh pecinta sepak bola di Yogyakarta.

Sehingga lecutan motivasi itu membuat para pemain bekerja habis-habisan untuk minimal dapat mengamankan gawangnya dari Persis Solo.

"Ini masalah harga diri bagi seluruh suporter, dan kami sebagai tim. Alhamdulillah pertandingan kemarin bisa sedikit mengobati semua pecinta sepak bola Yogyakarta. Kita juga patut syukuri, semua pemain main bagus, tidak ada yang santai-santai, mereka bekerja keras semua," jelasnya.

Dengan penampilan impresif Imam Arif semalam, banyak pujian di media sosial yang menyebutkan dirinya pantas menjadi kiper utama di PSIM.

Ia juga disebut sebagai man of the match pada pertandingan melawan Laskar Sambernyawa pada malam itu.

Baca juga: Pedagang di Klaten Suguhkan Mie Ayam di Atas Wajan Mini, Pembeli: Sensasinya Beda

Namun pelatih Seto Nurdiyantoro seusai laga menegaskan, bahwa semua pemain termasuk Imam Arif tetap harus kerja keras untuk dapat bermain di lapangan pada pertandingan selanjutnya.

"Kita tidak bisa memastikan pertandingan selanjutnya Imam Arif akan dipasang sebagai starter lagi, artinya kita tetap melihat dari perjalanan latihan," katanya.

Sebagaimana diketahui, pada laga selanjutnya PSIM akan berhadapan dengan PSG Pati pekan depan, yang mana dua klub ini sama-sama belum meraih kemenangan.

Laga tersebut juga dinilai bakal menjadi laga yang menarik karena kedua tim akan sama-sama mengejar kemenangan untuk menjauhi posisi juru kunci.

Dan tentu saja untuk menjaga asa meraih tiket ke babak delapan besar Liga 2 2021/2022. (tsf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved