Breaking News:

Arahan Presiden Jokowi Soal Hasil Tambang, Jangan Hanya jadi Tukang Gali, Larang Ekspor Bahan Mentah

Arahan Presiden Jokowi Soal Hasil Tambang, Jangan Hanya jadi Tukang Gali, Larang Ekspor Bahan Mentah

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg, Papua. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi secara tegas meminta Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah hasil tambang yang dihasilkan di Tanah Air.

Untuk itu harus ada hilirisasi industri secara besar-besaran sehingga bahan tambang yang dihasilan di Indonesia benar-benar bisa diproses di dalam negeri.

Dengan begitu, nantinya Indonesia bisa mengekspor bahan tambang jadi atau setengah jadi.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada peserta Program Pendidikan Lemhannas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

"Kalau tambang ya kita jangan menjadi hanya tukang gali saja, anugerah yang diberikan Allah kepada kita betul-betul sangat luar biasa besarnya," kata Jokowi saat memberikan arahan pada peserta Program Pendidikan Lemhannas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

"Kalau kita hanya tukang gali, kemudian kita kirim keluar, mereka buat smelter di sana, kemudian dijadikan barang setengah jadi atau barang jadi, kemudian kembali ke sini kita beli, inilah yang sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, harus mulai kita hilangkan," tuturnya.

Jokowi mengatakan, Indonesia tidak akan mendapat nilai tambah jika hanya mengekspor bahan mentah.

Padahal, pendapatan negara salah satunya dihasilkan dari sektor tersebut. Ia mencontohkan potensi pemanfaatan nikel.

Sumber daya tersebut dapat diolah menjadi katoda baterai stainless steel atau menjadi litium baterai untuk selanjutnya diintegrasikan dengan industri otomotif.

Baca juga: GKR Hemas Langsung Lihat Aktivitas Tambang dan Simak Aspirasi Warga, Segera Sampaikan ke Sultan

Pemanfaatan itu, kata Jokowi, membuka kesempatan bagi RI untuk mengembangkan industri mobil listrik dan menyumbangkan pendapatan dalam negeri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved