Ahli UGM: Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19 di DI Yogyakarta Meski Kasus Landai

Negara Indonesia dan Provinsi DI Yogyakarta harus mewaspadai adanya gelombang ketiga Covid-19 meski saat ini kasus sudah mulai melandai.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

“Selama WHO masih belum mencabut status pandemi, maka saya setuju pemerintah untuk terus menjalankan PPKM seperti ini walau angka kasus melandai, di bawah 5 persen,” jelasnya.

Hal ini lantaran potensi ledakan kasus bisa saja terjadi apabila pemerintah dan masyarakat lengah.

Apalagi, pembelajaran tatap muka (PTM) untuk siswa sekolah menengah akan segera dilakukan, begitu pula dengan kuliah luring.

Baca juga: Pedagang di Klaten Suguhkan Mie Ayam di Atas Wajan Mini, Pembeli: Sensasinya Beda

Dengan begitu, masyarakat tetap harus ekstra hati-hati di saat masa-masa kasus melandai seperti ini.

“Tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), mengingat kita juga sudah mulai membuka sekolah, kampus dan pariwisata. Prokes tidak boleh diabaikan, dimanapun, kapanpun,” papar dr Ludhang.

Dia berharap, pemerintah juga mewaspadai banyaknya wisatawan asing yang masuk pascapembukaan bandara internasional di Batam dan Bali.

Sebab, varian virus Covid-19 yang ada di Indonesia semuanya adalah impor, dibawa oleh orang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia tanpa penjagaan ketat.

“Mohon menjadi perhatian. Ini harus betul-betul diawasi siapa yang keluar masuk agar kita tidak kecolongan juga. Karantina ketat tetap harus diberlakukan,” tandasnya. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved