Breaking News:

Ahli UGM: Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19 di DI Yogyakarta Meski Kasus Landai

Negara Indonesia dan Provinsi DI Yogyakarta harus mewaspadai adanya gelombang ketiga Covid-19 meski saat ini kasus sudah mulai melandai.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Negara Indonesia dan Provinsi DI Yogyakarta harus mewaspadai adanya gelombang ketiga Covid-19 meski saat ini kasus sudah mulai melandai.

“Ancaman gelombang ketiga dimanapun itu akan ada, selama Covid-19 masih ditetapkan sebagai pandemi. Artinya, di semua negara manapun, termasuk negara tetangga, kita harus tetap waspada apabila masih ada negara dengan kasus tinggi,” ungkap Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Raden Ludhang Pradipta Rizki MBiotech SpMK, kepada Tribun Jogja, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, ada tiga parameter yang harus diperhatikan agar tidak kecolongan seperti saat dihantam badai varian Delta virus Sars-CoV-2.

Baca juga: Tim Rugby DIY Buka Peluang Meraih Medali di Ajang PON XX Papua

Ketiga faktor itu adalah faktor manusia, virus dan lingkungan.

Dia menjelaskan, sejauh ini, dari faktor virus, memang varian Delta masih menjadi momok di beberapa negara dan belum ada varian, dari segi penyebaran, yang lebih sulit dikendalikan.

“Potensi varian baru itu masih ada, meski tidak seperti awal tahun ini. Kita ingat ya, awal tahun ini kan bertub-tubi, antara varian Alfa, Beta dan Gamma hingga Delta,” jelasnya.

Dilanjutkan dr Ludhang, di beberapa negara sebenarnya sudah tidak terjadi ledakan. Jika diamati, pasien terpapar Covid-19 parah hanya mereka yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bagi yang sudah vaksin, saat terdeteksi positif, tidak berdampak berat secara klinis.

“Faktor lingkungan ini juga menentukan penyebaran Covid-19 di Yogya. Secara nasional, Indonesia ini sudah menyuntikkan vaksin ke 100 juta orang. Ini menjadi poin penting juga,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved