Breaking News:

UGM Akan Mulai Gelar Kuliah Tatap Muka, Utamakan Mahasiswa di Wilayah DI Yogyakarta-Jawa Tengah

Mahasiswa yang diperbolehkan bisa ikut kegiatan PTM Terkendali hanya diperuntukkan bagi mereka yang berdomisili di DIY dan Jawa Tengah.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
dok.humas UGM
Gedung rektorat UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terkendali pada akhir Oktober hingga Desember 2021.

Untuk sementara, mahasiswa yang diperbolehkan bisa ikut kegiatan PTM Terkendali hanya diperuntukkan bagi mereka yang berdomisili di DIY dan Jawa Tengah.

Namun, jika ada mahasiswa yang berasal dari luar kota yang sudah lama indekos selama pandemi maka bisa diperbolehkan untuk ikut. 

“Rencananya mahasiswa dari DIY dan Jawa Tengah dulu dan sudah pernah vaksin. Jika ada yang belum vaksin maka kita akan kita siapkan vaksinasinya. Mereka juga harus dapat izin orang tua,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 UGM, Dr dr Rustamadji MKes, Selasa (12/10/2021).

Selain dari sisi kesehatan mahasiswa, UGM juga memperhatikan kondisi kesehatan dari para staf pengajarnya.

Bagi staf pengajar yang diketahui menderita komorbid maka tidak diwajibkan mengajar secara tatap muka, tapi mengajar secara daring.

“Kita akan memperhatikan dosen yang komorbid untuk lebih mengajar lewat daring saja. Apalagi UGM sekarang menerapkan bauran kuliah luring dan daring secara bersamaan,” katanya.

Selama PTM Terkendali dilaksanakan, Tim Satgas Covid-19 akan melakukan skrining secara berkala untuk memeriksa tingkat kesehatan mahasiswa.

“Secara acak dilakukan pemeriksaan GeNose,” tuturnya.

Ditegaskan Rustamadji, kegiatan kuliah luring secara terbatas ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan hanya menggunakan kapasitas ruang kuliah 25 hingga 50 persen saja.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar secara terkendali akan mengacu pada aturan pemerintah lewat instruksi Mendagri tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami mengacu pada aturan Mendagri terbaru. Apalagi status PPKM di DIY sudah ke level tiga menuju proses level satu,” ujarnya.

Selain kegiatan perkuliahan, pihak UGM kata Rustamadji juga akan menyiapkan tempat makan khusus, lokasi istirahat dan menyiapkan lokasi kegiatan ekstrakurikuler dengan model pembatasan dan prokes ketat.

“Jika tidak disiapkan tempat kegiatan ekstrakurikuler dan hanya kuliah saja maka mahasiswa cenderung akan bergerombol,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved