Breaking News:

Tak Ada Penundaan, Pilur Gunungkidul Dijadwalkan Terlaksana Pada 30 Oktober Mendatang

Mengacu pada edaran tersebut, pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) atau Pilur hanya ditunda untuk wilayah dengan PPKM Level 4

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemilihan Lurah (Pilur) sempat diwarnai rencana penundaan lantaran situasi COVID-19 ditambah kebijakan PPKM oleh pemerintah pusat.

Namun, seiring dengan melandainya kasus, pelaksanaan Pilur kini mendapat titik terang.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Farkhan, menyatakan Pilur akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

"Pencoblosan akan dilakukan pada 30 Oktober mendatang," katanya dihubungi pada Selasa (12/10/2021).

Kepastian itu diperkuat dengan adanya edaran Menteri Dalam Negeri tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades d/a Pemilihan Antar Waktu di Masa Pandemi COVID-19 Pasca Penundaan. Edaran ini terbit pada 8 Oktober lalu.

Mengacu pada edaran tersebut, pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) atau Pilur hanya ditunda untuk wilayah dengan PPKM Level 4.

Sedangkan saat ini Gunungkidul berada di Level 3.

"Jadi tetap dilaksanakan, hanya saja da sejumlah penyesuaian," jelas Farkhan.

Penyesuaian yang dimaksud terutama soal Tempat Pemungutan Suara (TPS). Guna meminimalisir potensi penularan, tiap TPS dibatasi jumlah pemilihnya maksimal hanya 500 orang saat pencoblosan ini.

Sebelum ada perubahan tersebut, TPS disediakan hanya 1 tempat di tiap pedukuhan.

Farkhan juga mengatakan pencoblosan nantinya tetap mengacu pada protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

"Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 4,1 miliar untuk pelaksanaan Pilur," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan saat ini Pilur sampai di tahap proses pengumuman berkas bakal calon. Tahap ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (14/10/2021) mendatang.

Menurutnya, pengumuman berkas calon dilakukan untuk memfasilitasi masukan dari warga. Jika tidak ada masukan yang diberikan, maka yang bersangkutan akan ditetapkan sebagai calon lurah.

"Sejauh ini juga tidak masalah dengan tahapan yang ada, mengingat pencoblosan juga tetap sesuai jadwal," jelas Kriswantoro. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved