Breaking News:

PSIM Tahan Imbang Persis Solo, Pelatih PSIM Yogyakarta Sebut Pemainnya Belum Tanpil Lepas

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro menyebut para pemainnya belum dapat tampil lepas kala berhadapan dalam laga derby Mataram dengan Persis

freepik
Ilustrasi bola 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro menyebut para pemainnya belum dapat tampil lepas kala berhadapan dalam laga derby Mataram dengan Persis Solo pada pekan ketiga Liga 2 2021/2022 di Stadion Manahan Solo, Selasa (12/10/2021), sehingga pertandingan berakhir dengan skor kacamata.

Semenjak meni pertama permainan PSIM tak bisa berkembang, tekanan yang dilakukan Persis Solo juga berkali-kali dapat merepotkan pertahanan PSIM yang dikawal oleh Purwaka Yudi.

Hingga memasuki 10 menit awal, PSIM mulai lebih percaya diri dan mencoba keluar dari tekanan, hasilnya beberapa kesempatan diraih. Namun hingga babak pertama usai tak ada kesempatan yang bisa berbuah gol.

Baca juga: INTER MILAN: Nicolo Barella - Dibidik PSG dan Atletico & Mimpi seperti Dejan Stankovic

"Hasil tidak maksimal tapi kita syukuri mendapat poin satu, saya rasa pemain belum tampil lepas masih ada beban. di babak pertama kita sedikit tertekan, kita coba bermain apa yang menjadi karakter kami, tapi belum maksimal walaupun ada kesempatan di sana," kata Seto seusai laga.

Masuk babak kedua Seto berupaya untuk mengubah cara bermain Laskar Mataram, dan mulai melakukan beberapa kali pergantian. Namun nampaknya Persis Solo juga melakukan hal sama untuk mencoba membuka pertahanan PSIM.

Hasilnya banyak peluang dari para pemain Persis Solo, namun serangan-serangan itu masih bisa dipatahkan dengan baik oleh oleh para penggawa PSIM.

"Babak keuda dengan ketegangan yang ada, sementara pemain belum bisa main lepas, stamina turun, dan kami banyak diserang, tapi saya bersyukur karena ada kemauan, ingin bermain dengan baik dan tak ingin mengulangi kesalahan di pertandingan sebelumnya," ujar Seto.

Selanjutnya Seto berterima kasih kepada para suporter yang tetap setia mendukung PSIM hingga saat ini, ia menyatakan bahwa hasil yang didapat malam ini memang bukan hasil yang terbaik.

Sehingga ke depan tim pelatih PSIM tetap akan melakukan evaluasi dari pertandingan malam ini.

"Kepada suporter, ini berkat perjuangan dan doa dari kalian juga, ini kemauan pemain dan kami untuk memperbaiki tim. Ke depan dukungan dan suporter tetap kami butuhkan di sana. Perjalanan masih jauh, dan hasil saat ini bukan hasil terbaik, semoga kedepannya bisa lebih baik dan semakin lebih baik," jelas pelatih asal Kalasan, Kabupaten Sleman ini.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Besok, Rabu 13 Oktober 2021

Senada dengan Seto, bek PSIM, Jodi Kustiawan mengemukakan pertandingan malam ini merupakan memang bukan hasil yang maksimal untuk didapat, apalagi sampai pekan ketiga PSIM baru mengoleksi 2 poin dengan catatan satu gol dan dua kemasukan.

Praktis PSIM membutuhkan poin penuh untuk membuka kesempatan lanjut ke babak delapan besar. 

"Malam ini memang bukan hasil yang luar biasa, karena kita juga sudah kehilangan banyak poin, dan ingin mendapat poin penuh di Manahan Solo. Saya kira Ini memang awal kebangkitan kita, semangat kita mulai muncul, semoga di pertandingan selanjutnya bisa mendapat hasil yang lebih maksimal," ujarnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved