Breaking News:

Pemkab Gunungkidul Gelar Pelatihan Digitalisasi Pemasaran untuk Pelaku Wisata

Perkembangan teknologi informasi di masa pandemi ini berkembang dengan pesat. Kebutuhan akan aktivitas menggunakan teknologi informasi pun semakin

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pemasaran : Branding, Pemasaran Dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi. Pelatihan ini bersumber pada anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) Pelayanan Kepariwisataan Kemenparekraf RI.  

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Perkembangan teknologi informasi di masa pandemi ini berkembang dengan pesat. Kebutuhan akan aktivitas menggunakan teknologi informasi pun semakin tinggi.

Aktivitas rapat, pameran, bahkan event atau pertunjukan saat ini menggunakan konsep virtual/daring dengan berbagai platform. Kondisi pandemi sangat berdampak pada sektor pariwisata di level nasional dan daerah termasuk Gunungkidul.

Kebijakan PPKM Darurat bedampak pada ditutupnya destinasi wisata dan matinya aktivitas wisata di Gunungkidul.

Walaupun demikian, pemerintah berharap pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata harus mulai bersiap untuk ujicoba pembukaan destinasi/desa wisata seiring dengan penurunan kasus Covid-19 dan penurunan level PPKM.

Baca juga: Pemkab Klaten Targetkan 300 Hektare Sawah Ditanami Padi Rojolele Srinar dan Srinuk Tahun 2022

Hal yang wajib dipersiapkan adalah sertifikasi CHSE (Clean, Healthy, Sefety and Environment) serta akses aplikasi PeduliLindungi.

Sejalan dengan persiapan tersebut, upaya promosi dan pemasaran juga harus dilakukan. Di saat ini promosi dan pemasaran serta branding harus dioptimalkan secara digital. Pemasaran dan Branding digital ini memerlukan skill, strategi dan perencanaan yang baik dan matang supaya promosi dapat berjalan efektif dan efisien.

Berdasar latar belakang tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pemasaran : Branding, Pemasaran Dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi. Pelatihan ini bersumber pada anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) Pelayanan Kepariwisataan Kemenparekraf RI. 

Kabid Pemasaran dan Bina Usaha Dispar Gunungkidul Emi Nur Aini mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola destinasi/desa wisata dan daya tarik wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata.

Pelatihan diikuti oleh 40 (empat puluh) peserta yang berasal dari pengelola desa wisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah.

Desa wisata dipilih sebagai sasaran pelatihan karena didalam desa wisata terdapat potensi destinasi wisata serta berbagai jenis usaha jasa pariwisata seperi homestay, kuliner, souvenir dan fotografi.

Lebih lanjut Emi menjelaskan bahwa setelah pelatihan ini peserta dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital, tahapan pengembangan pemasaran digital, pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital serta dapat membuat konten promosi yang menarik
Pelatihan dilaksanakan di Hotel Pesonna Tugu Yogyakarta selama tiga hari tanggal 12 – 14 Oktober 2021.

Narasumber pelatihan dari unsur Dinas Pariwisata, unsure akademisi, unsure praktisi media social/konten creator dan fotografer.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 12 Oktober 2021: Tambah 33 Kasus Baru, 81 Pasien Sembuh

Purnomo Sumardamto Kasi Promosi dan Informasi sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta adalah Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan Daerah untuk Pemasaran Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pemasaran Digital dalam Memajukan Pariwisata Berdaya Saing; Tahapan Pengembangan Pemasaran Digital; Fotografi untuk Promosi Digital; Bahasa Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital; Evaluasi terhadap Praktik Pemasaran Digital yang Telah Dilakukan oleh Peserta Pelatihan dan Praktik/Latihan Pemasaran Digital dalam Pariwisata. 

Damto berharap pelatihan ini akan memperkuat Program Si Dewi Sintal (Sinergi Desa Wisata Promosi Melalui Media Digital) yang beberapa waktu yang lalu dilaksanakan di desa wisata, yaitu desa wisata dapat melakukan promosi melalui media digital secara mandiri, mampu memproduksi konten konten yang kreatif dan menarik.

Dan yang lebin penting lagi, konten konten tersebut mampu menarik dan meningkatkan kunjungan wisata di desa wisata dan di destinasi wisata Kabupaten Gunungkidul. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved