Breaking News:

Pemeriksaan Bus Pariwisata Belum Efektif

Pemda DIY membuka dua titik simpul pemeriksaan khusus bus pariwisata tiap akhir pekan, di Terminal Jombor dan halaman parkir Bandara Adisutjipto.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Agus Wahyu
Twitter @titiknol_jogja
Bus pariwisata terpantau memasuki wilayah Kota Yogyakarta pada akhir pekan lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY membuka dua titik simpul pemeriksaan khusus bus pariwisata tiap akhir pekan. Tepatnya di Terminal Jombor dan halaman parkir Bandara Internasional Adisutjipto. Tujuannya untuk memastikan agar penumpang bus pariwisata telah menjalani vaksinasi Covid-19 saat bervakansi ke DIY.

Kendati demikian, dari hasil evaluasi menunjukkan dua titik simpul tersebut belum efektif dalam mendeteksi bus-bus pariwisata yang masuk. Sejumlah bus yang membawa penumpang belum tervaksin mencari jalan alternatif untuk masuk ke DIY.

Imbasnya terjadi pada akhir pekan kemarin, di mana DIY dipadati wisatawan. Tidak hanya di kawasan Malioboro namun juga destinasi wisata pantai seperti di Bantul dan Gunungkidul. "Pintar-pintarnya bus pariwisata lewat jalan mana-jalan mana. Mereka banyak ke toko oleh-oleh," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Kompleks Kepatihan , Senin (11/10/2021).

Made menambahkan, dalam pemeriksaan akhir pekan lalu, dalam sehari rata-rata ada 30 bus pariwisata yang dihentikan. Dari jumlah itu, lima bus di antaranya harus putar balik karena membawa penumpang yang belum divaksin.

Dishub DIY juga memastikan agar kapasitas bus hanya terpakai 70 persen. Hal ini sejalan dengan aturan Kementerian Dalam Negeri terkait syarat perjalanan di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. "Tapi kemarin ada yang lebih dari seratus persen penumpangnya, ya, kita minta putar balik," imbuhnya.

Bus pariwisata yang memenuhi persyaratan akan diberi tanda dengan menggunakan stiker. Mereka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Made optimistis pemeriksaan bakal berjalan efektif jika Dishub kabupaten/kota menyelenggarakan pemeriksaan di wilayahnya masing-masing.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan kepala dishub di tingkat kabupaten/kota terkait masalah tersebut. "Kalau simpul di kabupaten/kota difungsikan saya kira akan lebih bisa mengendalikan," jelas Made.

Soal parkir
Bus pariwisata memadati Kota Yogyakarta tiap akhir pekan. Mereka kesulitan mencari tempat parkir lantaran kantong-kantong parkir di wilayah ini masih ditutup. Bus-bus pariwisata tersebut nekat parkir di ruas-ruas jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Karenanya, Dishub akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar persoalan yang sama tidak terjadi pada akhir pekan mendatang.

"Bus kan tidak boleh masuk kota, kemarin malah padat sekali. Ini kami mau koordinasi dengan kadishub kabupaten/kota supaya ada simpul yang jadi tempat transit. Jadi (bus) tidak (parkir) di ruas-ruas jalan itu," terang Ni Made.

Menurut pengamatannya, bus memilih parkir di ruas jalan dengan dalih membeli oleh-oleh. Misalnya di Jalan Gedong Kuning, Kota Yogyakarta atau di sepanjang Jalan Bhayangkara yang menjadi sentra oleh-oleh bakpia patuk Yogyakarta.

Pihaknya pun akan memetakan ruas-ruas jalan mana saja yang biasa dimanfaatkan untuk tempat parkir bus. "Potensi mana saja yang bisa jadi parkir sementara, karena kota kan untuk weekend tidak boleh masuk kota. Jadi mereka parkir di ruas-ruas jalan," jelas Made.

Dalam waktu dekat, Pemda DIY akan menyiapkan titik-titik transit untuk bus pariwisata di luar wilayah Kota Yogyakarta. Penumpang nantinya akan diantar menggunakan shuttle bus seperti bus Trans Jogja menuju wilayah kota. Dengan demikian, arus kendaraan bakal lebih terpantau.

"Kita koordinasi agar nanti ada shuttle-shuttle seperti Trans Jogja yang bisa distrisbusi masuk wisatawan dari bus pariwisata sehingga (pengemudi bus) tidak cari jalan alternatif untuk memasukkan wisatawan selain di titik simpul," tambahnya.

Selain penambahan shuttle, Dishub DIY juga akan menambah satu titik simpul pemeriksaan vaksinasi untuk bus-bus pariwisata di Terminal Wates. Diharapkan titik simpul itu bisa membantu pemeriksaan bus-bus pariwisata yang masuk ke DIY dari arah barat, sehingga wisatawan yang masuk ke DIY dipastikan sudah vaksinasi, minimal tahap pertama. (tro)

Baca Tribun Jogja edisi Selasa 12 Oktober 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved