Breaking News:

Kasus Positif Covid-19 di Sleman Melandai, Kadinkes: COVID-19 Masih Ada

Kadinkes Sleman mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap waspada, meski kasus Covid-19 di Sleman mulai melandai

Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahaya Purnama 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Sleman sudah mulai melandai.

Hal itu dibuktikan dengan keterisian tempat tidur di rumah sakit yang berkurang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Cahaya Purnama, mengatakan keterisian tempat tidur non kritikal sebanyak 10,6 persen.

Sedangkan pasien di ICU mengalami penurunan signifikan.

Jika pekan lalu persentase 20an persen, saat ini turun menjadi 5,56 persen.

"Untuk ICU di Sardjito  ada 1 orang, RSA UGM  ada 3 sampai 4 orang. Ini perlu kita syukuri,"katanya saat jumpa pers di Pendopo Parasamya Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa (12/10/2021).

Selain rumah sakit, jumlah pasien di shelter COVID-19 juga menurun.

Ada satu pasien yang dirawat di Asrama Haji, sedangkan shelter Gemawang dan UII kosong.

Sementara shelter UNISA sudah tutup sejak 9 September 2021 lalu.

Meski kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman sudah melandai, bukan berarti COVID-19 sudah hilang.

"Kasus COVID-19 sudah melandai, tetapi bukan berarti sudah hilang. Buktinya masih ada yang di rawat di rumah sakit.Saat ini sudah mulai agak longgar, seperti tidak ada COVID-19,jangan sampai seperti bulan Juli kemarin,"ungkapnya.

Ia berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat yang belum menerima vaksin juga diimbau untuk segera vaksin.

"Jangan sampai virus ketemu dengan inangnya. COVID-19 masih ada," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved