Breaking News:

Feature

Dari Australia Mengabdi di Desa, Upaya Pemuda di Magelang Meredam Kesenjangan Pendidikan

Rona gembira sekaligus antusias terlihat jelas di wajah anak-anak saat menyimak materi pelajaran.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Tribun Jogja/ Nanda Sagita
BELAJAR - Suasana pembelajaran di 'Aksara Desa' di Pabelan III, Mungkid, Magelang, Senin (11/10/2021). 

Rona gembira sekaligus antusias terlihat jelas di wajah anak-anak saat menyimak materi pelajaran. Tangan-tangan kecil itu, sibuk membolak-balikan lembar buku seraya mengingat materi hafalan pelajaran kemarin.

BEGITULAH gambaran keseharian suasana pembelajaran di bimbingan belajar (bimbel) yang bernama 'Aksara Desa' di Desa Pabelan III, Mungkid, Kabupaten Magelang yang dikelola oleh pemuda asal Magelang, Joko Pranoto (29).

Bertempat di saung sederhana terbuat dari bambu itu, sebanyak 150 anak dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) setiap harinya bergantian datang untuk mendapatkan ilmu. Awal mula terbentuknya bimbingan belajar 'Aksara Desa' didasari atas kepedulian Joko terhadap kesejenjangan pendidikan yang dialami anak di desanya akibat pandemi.

"Bimbel ini (Aksara Desa) mulai dirintis sejak Februari 2021 lalu. Saat itu, merasa kasihan melihat anak- anak kesulitan memahami pelajaran saat belajar daring. Kalau ini berlanjut dikhawatirkan dapat menimbulkan kesenjangan pendidikan, apalagi orang tua juga banyak mengeluh. Dari situ, mulailah muncul ide untuk membuat bimbel ini," ujarnya kepada Tribun Jogja, Senin (11/10/2021).

Pembelajaran pada bimbel 'Aksara Desa', lanjutnya, tidak berbeda jauh dengan bimbel-bimbel terkenal lainnya. Setiap kelas diisi maksimal 20 orang dengan pembagian waktu sebanyak tiga sesi, mulai dari pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari selain Jumat.

Materi pelajaran sudah disediakan namun tidak berpatok pada kompetensi di sekolah. Adapun materi yang diajarkan meliputi bahasa Inggris, matematika, jarimatika (hitung cepat), serta calistung (membaca, menulis, berhitung).

"Untuk cara belajarnya sama dengan bimbel lainnya, durasinya 1 jam untuk sekali pertemuan. Namun, materi kami susun sendiri begitupun dengan buku dan lembar tugas dibuat supaya lebih menarik dan tidak membosankan," ujar Joko.

Adapun untuk satu kali pertemuan pembelajaran, dirinya hanya mematok uang sebesar Rp5 ribu per anak. Sedangkan untuk anak yang tidak mampu atau yatim piatu diberikan keringanan untuk mengikuti kelas secara gratis.

"Sebenarnya, kami tidak memaksa orang tua untuk membayar. Hanya saja, uang tersebut digunakan untuk menutupi biaya, misalnya mencetak lembar tugas dan lain-lain. Namun, untuk anak kurang mampu atau yatim piatu tidak perlu membayar," ujar alumnus dari sekolah diploma jurusan Technology Networking di Australia itu.

Dalam mengelola bimbel 'Aksara Desa', dirinya dibantu oleh tiga orang temannya untuk mengajar secara sukarela. Pembuatan bimbel 'Aksara Desa' juga sebagai pengaplikasian ilmu serta wujud pengabdian terhadap masyarakat, terutama di desanya.

"Selama tiga tahun tinggal di negara orang (Australia) untuk mengenyam pendidikan. Di sana, juga sempat bekerja bahkan kalau dihitung-hitung penghasilan di sana jauh lebih tinggi, bila dibandingkan di sini. Namun kembali lagi, ada rasa moral yang tidak bisa dinilai secara materi yang membuat saya memilih untuk balik ke kampung. Saya ingin anak-anak di sini juga bisa merasakan pendidikan setinggi-tingginya," ujarnya.

Adapun harapannya, melalui bimbel 'Aksara Desa' bisa memberikan manfaat kepada anak-anak tidak hanya di desanya, namun bisa meluas ke desa lain. Serta, bisa menambah fasilitas bimbingan yang diperuntukkan bagi para pemuda-pemudi di desanya.

"Ke depannya, kami ingin membuat bimbel ini semakin meluas untuk menjangkau anak-anak yang kesulitan belajar namun tetap dengan biaya murah. Saat ini sudah ada beberapa murid dari desa tetangga juga ikut bergabung. Lalu, kami juga ingin mengembangkan bimbingan untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi pemuda atau pemudi di desa ini," urai Joko. (Nanda Sagita)

Baca Tribun Jogja edisi rabu 13Oktober 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved