Breaking News:

Panen Padi di Kahuman Klaten, Bupati Sri Mulyani Dorong Petani Tanam Padi jenis Srinuk

Sri Mulyani berharap para petani dan masyarakat Klaten terus mengembangkan padi yang menjadi unggulan Kabupaten Bersinar itu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat ditemui seusai panen padi di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sekitar 150 hektare lahan persawahan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada tahun 2021 telah ditanami padi rojo lele jenis Srinuk.

Beberapa tanaman padi di antaranya telah memasuki masa panen.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap para petani dan masyarakat Klaten terus mengembangkan padi yang menjadi unggulan Kabupaten Bersinar itu.

"Padi rojo lele Srinuk ini varietas unggulan di kabupaten Klaten. Rojo lele Srinuk pada tahun 2021 ini, Kementerian Pertanian resmi merilis jenis padi ini," ucapnya saat TribunJogja.com temui ketika menghadiri panen padi Srinuk di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Senin (11/10/2021).

Menurut Mulyani, padi rojo lele jenis Srinuk unggul dari sisi penanaman dan pemeliharaan dari jenis padi lainnya.

Kemudian, juga memiliki hasil panen bagus dengan nilai jual tinggi.

Mulyani ingin, seluruh Kelompok Tani di Kabupaten Klaten bersedia untuk membudidayakan dan mengembangkan padi jenis ini.

"Harapannya kedepan akan diminati seluruh petani. Sehingga hamparan sawah di seluruh Kabupaten ditanami jenis Padi Srinuk ini," ulasnya.

Agar padi tidak menumpuk saat dipanen, lanjutnya pihaknya telah mengeluarkan kebijakan melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2021, untuk membeli padi jenis tersebut bagi ASN dan pegawai BUMD, serta akan dikembangkan kepada seluruh instansi vertikal di Klaten.

Sementara itu Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti, mengungkapkan di beberapa wilayah pengembangan padi rojo lele Srinuk, memiliki produktivitas tinggi dan menggembirakan, seperti yang terjadi di areal persawahan Desa Kahuman ini.

"Sebanyak 7,9 ton gabah kering giling bisa dihasilkan per hektarnya, dari perhitungan potensi panen sebesar 9,75 ton per hektar," katanya.

Terkait pengembangan, menurut Widiyanti, guna mensejahterakan masyarakat petani, ke depan akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.

DPKPP Klaten terus berupaya mengembangkan padi jenis itu melalui kegiatan sosialisasi dengan penyuluhan maupun percontohan di beberapa wilayah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved