Breaking News:

NIAT Salat Sunah Qobliyah dan Bakdiyah Dhuhur, Lengkap Arab Latin dan Artinya

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur.” (HR. Bukhari, no. 1182)

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
Human Resources Online
Ilustrasi Sholat 

Tribunjogja.com - Selain menunaikan salat lima waktu, umat muslim juga dianjurkan untuk menunaikan salat sunah rawatib yakni salat sunnah yang mengiringi salat lima waktu.

Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut Salat Sunah Qobliyah.

Sedangkan salat sunah Rawatib yang dikerjakan setelah salat fardhu disebut Salat Sunah Bakdiyah.

Shalat rawatib minimalnya adalah 10 rakaat, maksimalnya 16 rakaat yakni dua rakaat qabliyah Subuh, empat rakaat qabliyah Dzuhur, dua rakaat bakdiyah Dzuhur, empat rakaat qabliyah Ashar, dua rakaat bakdiyah Maghrib, dan dua rakaat bakdiyah Isya.

Dikutip dari rumaysho, dalil tentang shalat qabliyah Zhuhur empat rakaat adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبعاً قَبْلَ الظُّهْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur.” (HR. Bukhari, no. 1182)

Dari Abdullah bin As-Saib, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menunaikan shalat 4 rakaat setelah waktu zawal (matahari bergeser ke barat), sebelum shalat zhuhur (dilaksanakan). Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهَا سَاعَةٌ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَأُحِبُّ أَنْ يَصْعَدَ لِى فِيهَا عَمَلٌ صَالِحٌ

“Ini adalah waktu dibukakannya pintu langit. Aku suka jika amalan shalihku naik pada saat itu.” (HR. Tirmidzi, no. 478 dan Ahmad, 5: 418. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved