Mobil PCR Bantuan dari Kapolri Telah Tiba di Gunungkidul

Kendaraan berupa minibus van untuk pemeriksaan PCR tersebut saat ini sudah berada di Mako Polres Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (belakang), bersama Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti meninjau mobil PCR hasil bantuan Kapolri, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul kini memiliki kendaraan khusus untuk pemeriksaan uji usap/swab PCR (Polymerase Chain Reaction) COVID-19.

Kendaraan berupa minibus van tersebut saat ini sudah berada di Mako Polres Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, menjelaskan mobil PCR ini merupakan penepatan janji Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berkunjung bulan Agustus lalu bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Saat itu bupati menyampaikan kendala yang dialami selama penanganan COVID-19 di Gunungkidul," jelas Aditya ditemui pada Senin (11/10/2021).

Adapun kendala penanganan terletak pada kondisi geografis Gunungkidul yang luas dan berbukit-bukit serta penduduk yang cukup tersebar.

Hal itu menyebabkan proses pemeriksaan COVID-19 menjadi sulit saat adanya kasus.

Tak hanya itu, pemeriksaan sampel swab juga masih mengandalkan laboratorium yang berada di Kota Yogyakarta.

Akibatnya, hasil pemeriksaan baru bisa diketahui 3 sampai 4 hari sejak sampel diambil.

"Makanya kemudian beliau (Kapolri) menjanjikan akan memberi bantuan mobil PCR ke Gunungkidul," kata Aditya.

Dengan adanya mobil PCR ini, maka proses pemeriksaan bisa menyentuh ke wilayah masyarakat yang lebih luas.

Hasilnya pun lebih cepat untuk diketahui.

Menurut Aditya, fasilitas pendukung di mobil PCR sudah cukup mumpuni untuk melakukan pemeriksaan swab PCR.

Hasil bisa diketahui hanya dalam kurun waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

"Ini akan membuat penanganan lebih optimal dan efisien," ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan teknis penggunaan mobil PCR akan dibicarakan lebih lanjut.

Terutama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul dengan Polres Gunungkidul.

Meski mobil PCR datang saat kasus sudah mulai melandai, ia mengatakan antisipasi tetap harus dilakukan.

Sebab dinamika dari kasus COVID-19 masih sulit untuk diprediksi, sehingga pihaknya tetap perlu waspada.

"Mobil PCR ini jadi bentuk antisipasi, begitu pula Rumah Sakit rujukan tetap disiagakan," kata Sunaryanta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved