Breaking News:

Dispensasi Menikah Usia Dini di DIY Meningkat, Anak Harus Difasilitasi Jadi Orangtua yang Baik

Sepanjang 2020 lalu tercatat ada 494 permohonan dispensasi nikah usia dini di DIY, sementara di 2019 hanya 271 permintaan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
via tribun bali
ILUSTRASI 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angka permohonan dispensasi pernikahan usia dini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan meningkat selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, merinci sepanjang 2020 lalu tercatat ada 494 permohonan dispensasi sementara di 2019 hanya 271 permintaan.

Dispensasi menikah itu mayoritas karena kehamilan tak diinginkan.

Erlina mengatakan, salah satu faktor penyebab kenaikan tersebut karena diberlakukannya Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Pihaknya menduga, kenaikan angka itu juga karena adanya pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Drs Koentjoro MBSc PhD, mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa menjadi salah satu faktor pernikahan dini akibat kehamilan yang tidak diinginkan meningkat.

“Sekarang, mereka sekolah, pembelajaran jarak jauh ya, jadwalnya PJJ harusnya sama dengan seperti kalau sekolah luring. Sehari ada 6 pelajaran, tapi apakah sistem PJJ seperti itu?,” ucapnya kepada Tribun Jogja, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan, sistem PJJ kebanyakan hanya memberikan anak untuk mempelajari 1-2 mata pelajaran saja setiap hari.

Sekolah lebih banyak memberikan tugas kepada murid yang nantinya dikumpulkan di waktu tertentu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved