Breaking News:

Kabupaten Bantul

Dilema Pelaku Wisata di Bantul di Tengah Uji Coba Pembukaan Obyek Wisata

Sejauh ini, pemerintah hanya membuka tiga objek wisata (obwis) di Bantul, yakni Pinus Sari, Hutan Pinus Pengger dan 1.000 Batu.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah hanya membuka tiga objek wisata (obwis) di Bantul sejauh ini.

Tiga obwis tersebut yakni, Pinus Sari, Hutan Pinus Pengger dan 1.000 Batu.

Namun demikian Dinas Pariwisata Bantul berharap semakin banyak obwis yang dibuka seiring dengan kesiapan pengelola dalam menerima kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, dalam kebijakan uji coba pembukaan obwis sejauh ini, ada beberapa dilema yang dirasakan olehnya dan para pelaku wisata.

Belum ada kebijakan spesifik untuk tempat tujuan wisata tertentu, misalnya desa wisata.

Jika menganut aturan, maka desa wisata masih belum boleh beroperasi, namun jika dilihat dari sudut pandang lain, maka desa wisata seharusnya bisa tetap bisa melakukan aktivitasnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata Bantul Ajukan 54 Objek Wisata untuk Mendapatkan Sertifikat CHSE

"Desa wisata itu basisnya kraft (kerajinan). Logikanya, kalau dilihat dari sisi wisatanya, maka desa wisata tidak boleh (buka). Tetapi bagaimana kalau kraft-nya jalan, produksi industri kreatifnya jalan, penjualannya juga jalan?" ujarnya Senin (11/10/2021).

Ia pun berharap ada solusi dalam kondisi tersebut.

Ia mencontohkan, ada desa wisata Batik Giriloyo yang mengandalkan kerajinan batik untuk menarik wisatawan.

"Kalau batik tidak boleh dijual, tidak boleh didatangi orang, repot juga. Justru hal seperti ini, saya harap ada solusinya," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved