Serie A
AC MILAN: Donnarumma Pantas Dapat Cemoohan hingga Menangis Lagi?
Penjaga gawang itu tumbuh dari akademi muda Rossoneri, melakukan debutnya di Serie A pada usia 16 tahun dan merupakan favorit penggemar.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Arrigo Sacchi menyebut perlakuan yang diterima Gianluigi Donanrumma di San Siro saat bersama timnas Italia bukan hal luar biasa.
Penjaga gawang itu tumbuh dari akademi muda Rossoneri, melakukan debutnya di Serie A pada usia 16 tahun dan merupakan pemain favorit penggemar.
Namun akhirnya memilih menolak untuk menandatangani kontrak baru dan bergabung dengan Paris Saint-Germain sebagai agen bebas musim panas ini.
Saat kembali ke San Siro untuk pertama kalinya, saat mewakili Italia melawan Spanyol di semifinal Nations League.
Dia dicemooh dan dihina oleh fans AC Milan yang hadir, sebuah reaksi yang banyak mendapat kecaman.

Namun bagi mantan pelatih Rossoneri dan Azzurri, Sacchi, orang tidak perlu terkejut dengan aksi fans AC Milan mencemooh Donnarumma saat kembali ke Milan.
“Saya tidak pernah mencemooh siapa pun dalam hidup saya, tetapi terkadang orang membuat penghinaan ini,” kata Sacchi selama acara Festival dello Sport di Trento, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.
Sacchi menyebut apa yang dialami Gigio pastilah ada pemicunya yang mungkin bagi sebagian orang memang tidak dapat diterima.
“Ternyata ada pengkhianatan. Dalam sepak bola dan dalam kehidupan sehari-hari, pengkhianatan harus dibayar dengan setimpal.
Untuk itu, mantan pelatih timnas Italia itu mengatakan tidak perlu kaget dan heran dengan cemoohan dan ejekan yang dilontarkan suporter sepak bola.
“Jadi jangan kaget dengan beberapa ejekan.”
Sacchi juga memuji pelatih AC Milan saat ini Stefano Pioli yang berhasil memberikan karakter kepada skuadnya.
Menurutnya, memainkan sepakbola yang bagus dengan sebagian besar tim yang masih sangat muda adalah sebuah keajaiban.
Rossoneri belum terkalahkan di Liga Italia Serie A setelah tujuh pertandingan, dengan 19 poin dari 21 poin.
Gigio tak tahu terima kasih

Sementara itu sebelumnya, Fabio Capello mengakui jika Donnarumma memang tidak berterima kasih kepada AC Milan dengan bergabung dengan PSG
Ahli taktik legendaris Italia itu mengungkapkan apa yang dia pikirkan tentang kepergian Gianluigi Donnarumma dari klub masa kecilnya Milan ke Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer.
Pundit Sky Sports Italia sekarang sangat kritis dalam episode terbarunya tentang transfer Donnarumma.
Berbicara kepada il Corriere dello Sport melalui MilanLive, mantan manajer Real Madrid membahas Donnarumma yang tidak memperbarui kontraknya dengan AC Milan.
Capello menyebut kepindahannya sebagai tindakan yang tidak berterima kasih.
“Izinkan saya mengatakan satu hal: Donnarumma tidak berterima kasih kepada Milan, pergi ke PSG.
“Untuk semua yang telah dilakukan klub untuknya dan keluarganya ketika dia masih kecil, dia seharusnya berperilaku berbeda,” tutur Capello.
Agen Donnarumma murka

Sedangkan agen Gigio Donnarumma, Mino Raiola, menyalahkan AC Milan setelah kiper itu dicemooh selama laga Italia vs Spanyol.
Pemain berusia 22 tahun tersebut tidak menerima sambutan hangat di San Siro saat kembali bersama Azzurri.
Donnarumma dicemooh oleh fans AC Milan sejak pemanasan hingga akhir pertandingan sehingga menimbulkan kontroversi di Italia.
Sang kiper merasakan tekanan luar biasa dalam kekalahan 2-1 Italia di semifinal Nations League melawan La Roja.
Insiden itu kemudian memicu perdebatan tanpa akhir tentang apakah fans Rossoneri seharusnya mencemooh Gigio selama pertandingan tim nasional atau tidak.
Bahkan agen Donnarumma, Mino Raiola berbicara kepada Il Corriere dello Sport untuk membela kliennya dan secara mengejutkan menyerang AC Milan.
"Saya muak dengan ejekan kepada Donnarumma dan saya bertanya pada diri sendiri mengapa AC Milan tidak melakukan intervensi setelah spanduk itu," kata agen itu kepada Il Corriere dello Sport via Football Italia.
Raiola mengacu pada spanduk yang dipasang oleh ultras Milan Curva Suda sebelum pertandingan Italia vs Spanyol dimulai.
“Donnarumma, s*****,” baca spanduk itu. “Kamu tidak akan pernah diterima lagi di Milano.”
"Apakah kamu ingin berbicara tentang ancaman?" lanjut Raiola.
Raiola juga mempertanyakan apa salah Gigio hingga mendapat perlakukan seperti itu saat kembali ke Milan.
“Apakah dia membunuh seseorang? Saya tidak berpikir begitu. Yang benar adalah bahwa AC Milan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankannya, tetapi itu tidak membuat perbedaan.
“Tanya, siapa saja, tanyakan pada ayahnya. Apa yang akan dia sarankan kepada putranya? Bergabung dengan PSG atau bertahan di Milan?”
Raiola salahkan Milan

Raiola bahkan disebut marah besar hingga menelepon Il Corriere dello Sport selama turun minum Italia vs Spanyol pada hari Rabu dan berbicara lagi sehari setelah pertandingan.
Menurutnya, apa yang dilakukan pendukung Rossoneri kepada Donnarumma tidak masuk akal.
"Apa yang terjadi di stadion menyedihkan, aneh dan memalukan," tambahnya.
Baginya, seorang pemain sepak bola profesional berhak menentukan nasibnya sendiri, apakah akan bertahan atau pindah ke klub lain demi masa depannya.
“Aneh kalau fans AC Milan hanya mengincar Donnarumma, hanya karena dia membuat pilihan bebas.
Raiola juga mengecam Rossoneri yang menurutnya tidak melakukan apapun untuk mengantisipasi ancaman dan cemoohan kepada Gigio.
“Ini juga aneh dan mengecewakan bahwa AC Milan tidak mencegah perilaku yang tidak dapat diterima ini.
Apa yang dialami Donnarumma, menurutnya adalah hal yang tidak terpuji dan akan menjadi catatan di seluruh dunia.
Namun ia sangat menghargai apa yang dilakukan Kapten Spanyol Sergio Busquets, yang justru memberikan dukungan moril kepada Gigio selama dicerca suporter.
"Italia terlihat buruk di depan seluruh dunia, saya sangat menghargai sikap Sergio Busquets, dia memahami situasi dan apa yang sedang dialami Gigio."
Gelandang Barcelona pergi untuk meyakinkan Donnarumma selama pertandingan saat fans AC Milan mencemoohnya setiap kali dia menyentuh bola.
Raiola meminta suporter AC Milan untuk mengingat apa yang telah dilakukan Donnarumma bagi Azzurri dan Rossoneri musim lalu.
“Gigio selalu memberikan segalanya untuk tim nasional, berkontribusi memenangkan Euro dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi tersebut,” tutup Raiola.
“Dia juga membantu AC Milan, dia tetap setia di saat tersulit bagi klub, menjadi profesional hingga hari terakhir dan membantu tim untuk kembali ke Liga Champions."
Donnarumma nangis lagi

Fans AC Milan dianggap memberi Gianluigi Donnarumma sambutan yang tidak bersahabat saat kembali ke San Siro bersama tim nasional Italia, membuatnya menangis.
Seperti yang ditulis Calciomercato.com, Donnarumma kembali ke bekas rumahnya untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Rossoneri pada musim panas untuk bergabung dengan PSG.
Gigio tampil untuk pertandingan semifinal Liga Bangsa-Bangsa antara Italia vs Spanyol.
Dan juga untuk pertama kalinya sejak menjadi Pahlawan Italia di final Euro melawan Inggris di Wembley.
Namun sejak awal memang apa yang menjadi keinginan Donnarumma berbeda total dengan kenyataan pemain berusia 22 tahun itu.
Pertama-tama sebuah spanduk dipajang di jembatan sehari sebelum pertandingan memberi tahu Donnarumma bahwa Milan bukan lagi rumahnya.
Sementara di luar lapangan seorang penggemar memasang spanduk bertuliskan: “Anda tidak lagi diterima di Milan.”
Laporan tersebut menulis bahwa hal ini akhirnya memengaruhi performa Donnarumma karena dia jelas tertekan oleh situasi di sekitarnya.
Gigio pun kemudian membuat kesalahan dalam pertandingan dan ketika dia kembali ke ruang ganti dia menangis.
Setelah pertandingan, Roberto Mancini kecewa dengan aksi yang dipertunjukkan fans AC Milan.
“Maaf, Italia sedang bermain. Kami harus menghindarinya, itu bukan pertandingan klub dan itu bukan AC Milan vs PSG.”