Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi: Pantauan Sepekan, Rentetan Guguran Lava Masih Terus Terjadi

Intensitas erupsi di Gunung Merapi terpantau melandai dalam beberapa waktu ini. Guguran awan panas pun tak terpantau selama sepekan terakhir.

dok BPPTKG
Tangkapan CCTV Gunung Merapi 9 Oktober 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Intensitas erupsi di Gunung Merapi terpantau melandai dalam beberapa waktu ini. Guguran awan panas pun tak terpantau selama sepekan terakhir.

Kendati demikian, gunung yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah ini masih meluncurkan serentetan guguran lava.

Sepanjang periode pengamatan tanggal 1-7 Oktober 2021 lalu, BPPTKG Yogyakarta mencatat bahwa Merapi meluncurkan 76 kali guguran lava.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Minggu 10 Oktober 2021

Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 1-7 Oktober 2021.

"Seluruhnya mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.

Lebih jauh, berdasarkan analisis morfologi, teramati penambahan ketinggian kubah lava bagian barat daya sekitar 3 meter.

Sehingga volume kubah lava barat daya saat ini sekitar 1,6 juta meter kubik sedangkan kubah tengah sebesar 2,8 juta meter kubik.

"Volume kubah lava barat daya sebesar 1.679.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.854.000 meter kubik," jelasnya.

Terkait aktivtias kegempaan pada minggu ini lebih rendah dari minggu lalu, namun masih dalam intensitas yang tinggi.

Deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini juga tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

"Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi," bebernya.

Kemudian untuk pantauan cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari cuaca berubah menjadi berkabut.

Baca juga: 5 Fitur Jempolan di Game Minecraft Ini Harus Dikembalikan, Permudah Pemain Kumpulkan Harta

Menimbang hasil pengamatan itu, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi karenanya status yang ditetapkan masih Siaga atau Level 3.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved