Breaking News:

Bisnis

Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Perajin Batik di Yogyakarta Didorong untuk Go Digital

Perajin batik harus mampu berinovasi baik dengan melakukan diversifikasi yang tidak terbatas pada produk tekstil serta memanfaatkan teknologi digital.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan Layar Acara Virtual DANA Connect
DANA Connect, forum diskusi antar pemangku kepentingan yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (8/10/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Industri kerajinan dan batik memiliki potensi yang besar dan dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya di sektor industri kecil dan menengah.

Syaratnya, perajin batik harus mampu berinovasi baik dengan melakukan diversifikasi yang tidak terbatas pada produk tekstil serta memanfaatkan teknologi digital.

Untuk itu, DANA Connect, forum diskusi antar pemangku kepentingan menggelar webinar bertajuk ‘Akselerasi Digital untuk Kemajuan Batik dan Industri Budaya Indonesia’. 

Melalui DANA Connect kali ini, DANA bermaksud ambil bagian dalam pelestarian budaya Nusantara dengan membantu pelaku UMKM batik maupun industri berbasis budaya dalam melakukan transformasi digital.

Baca juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, DANA Bantu Pemerintah Yogyakarta Gelar Vaksinasi Covid-19

“Mengacu kepada data dari Kementerian Perindustrian, batik berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan telah menyerap lebih dari 200.000 tenaga kerja,” buka CEO dan Co-Founder DANA, Jumat (8/10/2021).

Dia mengatakan, hadirnya ekosistem digital dapat memberikan dukungan bagi perajin batik dan usaha berbasis budaya lainnya agar mampu bertahan dan menjadi bagian dari pelestarian budaya Indonesia.

Hal ini tentunya harus diiringi kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sebagai kunci bagi kemajuan industri budaya yang menjadi bagian identitas bangsa.

Vince menambahkan, sejak meluncurkan DANA Bisnis, DANA berupaya membantu pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia, termasuk DI Yogyakarta.

Baca juga: WISATA BUDAYA dan SEJARAH YOGYA : Melihat Koleksi Langka Beragam Batik di Museum Batik

“Saat ini DANA Bisnis sudah digunakan oleh lebih dari 330.000 UMKM dari total 85 juta pengguna DANA, termasuk yang di Yogyakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Vince menambahkan, tidak hanya dari sisi akselerasi digitalisasi UMKM, DANA berupaya untuk meningkatkan kompetensi pelaku industri berbasis budaya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bersertifikat lewat DANA Academy.

Dengan pembaruan fitur DANA Bisnis yang senantiasa dilakukan, DANA berharap dapat memajukan perajin batik agar berdaya bersaing dan membuka kesempatan yang makin luas untuk berkembang, sehingga batik sebagai budaya bangsa tetap lestari. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved