Breaking News:

Pendidikan

Terkendala Perbedaan Waktu, Mahasiswa di Kampus Yogyakarta Ingin Segera Kuliah Tatap Muka

Beberapa mahasiswa yang kuliah di DI Yogyakarta berharap kuliah tatap muka bisa segera diselenggarakan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

“Pilihan yang saya hadapi setiap hari adalah apakah saya langsung mandi pada saat kelas sesi 3 selesai atau mandi setelah sesi empat selesai? Jika saya mandi pasca kelas sesi tiga, saya mandi terlalu cepat, sedangkan jika saya mandi pukul 7 WITA, bahkan terkadang lewat dari itu), saya mandi terlalu malam,” tuturnya.

Di awal perkuliahan, dirinya memilih untuk mandi pasca sesi empat.

Namun, dia merasa dirinya tak bisa mandi di malam hari.

“Saya sempat jatuh sakit hingga harus bed rest hampir 2 hari. Syukur sekali saya sakit pada hari Jumat-Sabtu sehingga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan karena hanya ada 1 kelas pada hari Jumat dan tidak ada kelas pada hari Sabtu,” bebernya.

Kendala lain, dikatakan Jonathan, adalah academic burnout.

Ketika di rumah, dia harus membantu orang tua untuk bersih-bersih rumah.

Baca juga: Sekda DIY Sebut Seluruh Perguruan Tinggi di DI Yogyakarta Siap Gelar Kuliah Tatap Muka 

Belum lagi, dia juga harus menjaga keponakannya.

“Jika dibandingkan dengan ngekos, luas rumah jauh lebih besar dibandingkan kos, bukan? Lebih banyak kain yang diangkat, banyak barang yang harus dirapikan, ruang yang disapu/pel jauh lebih luas jika dibandingkan dengan kos,” ungkapnya.

Hingga kini, Jonathan pun beranggapan bahwa kuliah tatap muka adalah pilihan terbaik karena cenderung lebih mudah memahami materi.

“Saya sendiri setuju adanya kuliah tatap muka karena sudah long overdue. Tidak hanya pandemi yang mengancam para mahasiswa tetapi juga learning loss yang bisa mengurangi produktivitas pekerja di masa mendatang,” tambah Jonathan.

Meski begitu, dia berharap semua pihak harus bekerja sama untuk benar-benar patuh mengikuti protokol kesehatan dan physical distancing.

Sebab, dia paham, DI Yogyakarta adalah satu di antara provinsi dengan kasus harian tertinggi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved