Breaking News:

Pendidikan

Perguruan Tinggi Swasta di DI Yogyakarta Siap Gelar Kuliah Tatap Muka

Pelaksanaan kuliah tatap muka sebetulnya sudah lama disiapkan oleh pihak perguruan tinggi.

Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V yang mencangkup Provinsi DI Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah menyatakan sejumlah perguruan tinggi siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Sekretaris Aptisi Wilayah V, Wegig Pratama mengatakan, pelaksanaan Kuliah Tatap Muka sebetulnya sudah lama disiapkan oleh pihak perguruan tinggi.

Namun karena ada lonjakan kasus terkonfirmasi di pertengahan tahun ini, perkuliahan luring terpaksa ditunda.

Terlebih pemerintah juga menerapkan kebijakan PPKM Darurat kala itu.

Baca juga: Sekda DIY Sebut Seluruh Perguruan Tinggi di DI Yogyakarta Siap Gelar Kuliah Tatap Muka 

“Kalau dibolehkan lagi otomatis kita sudah siap dan sudah ada beberapa perguruan tinggi yang menggelar pembelajaran luring,” kata Wegig.

Di Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (Stimaryo) atau tempat Wegig mengajar, menjadi satu di antara perguruan tinggi yang telah memulai kuliah tatap muka. 

Namun hanya diutamakan untuk pembelajaran praktek terlebih dahulu. 

Sedangkan untuk prosesi wisuda telah dilaksanakan secara luring secara terbatas.

Pihaknya menggelar kuliah luring secara terbatas lantaran sebagian besar tenaga pendidik dan mahasiswa telah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Kami prinsipnya sudah siap karena anak-anak siswa sudah pada vaksin rata-rata 80 persen. Menurut kami ya prokes ketatnya sudah diketatkan. Kita sudah siap semuanya,” ujar Wegig yang juga menjabat sebagai Ketua Stimaryo.

Baca juga: Kampus Diizinkan Kuliah Tatap Muka, Sri Sultan HB X: Kalau Ada yang Merah, Saya Tutup

Dia menambahkan, prinsip kuliah tatap muka digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sebagian mahasiswa harus sudah menjalani vaksinasi dengan cakupan minimal 80 persen untuk dosis pertama. 

Wegig menyebut sejumlah perguruan tinggi juga ikut menyelenggarakan percepatan vaksinasi bagi mahasiswa, tenaga kependidikan hingga keluarga. 

"Stimaryo sendiri capaian vaksinasi mahasiswa sudah 90%. Tapi tatap muka tetap terbatas. Istilah saya tetap bertahap tapi prokes tetap dijalankan,” ujar Wegig. 

Dia mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga sudah memulai kuliah tatap muka dengan kapasitas 50 persen dari total kapasitas kelas.

Sebagian besar civitas akademika di UMY juga telah menjalani vaksinasi Covid-19. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved