Breaking News:

ADVERTORIAL

Ketua DPRD Kabupaten Klaten: Kebangkitan Ekonomi dan Kesehatan Masih Jadi Prioritas Tahun Depan

Peraturan Daerah (Perda) di sektor perekonomian dan kesehatan masih menjadi prioritas untuk dikebut pada 2022 mendatang.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan bahwa Peraturan Daerah (Perda) di sektor perekonomian dan kesehatan masih menjadi prioritas untuk dikebut pada 2022 mendatang.

"Bicara 2022, kami kemungkinan masih berkutat di isu pandemi dan penanganan setelahnya. Jadi, jika berbicara soal perda, kami tentu akan mengejar yang bisa membantu masyarakat untuk segera bangkit dan kuat secara ekonomi," ujar politisi PDIP tersebut, baru-baru ini.

Menurut Hamenang, satu perda yang cukup mendesak untuk segera dikaji adalah mengenai Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

Pasalnya, BUMDes merupakan kekuatan ekonomi Kabupaten Klaten di tingkat desa.

Baca juga: Anggaran Kena Refocusing, Revitalisasi Rawa Jombor Klaten Berkurang Puluhan Miliar

"Pada 2018, kami pernah punya Perda tentang BUMDes. Namun, UU Cipta Kerja atau Omnibus Law telah memangkas banyak aturan. Dengan demikian, beberapa perda perlu kami revisi sebagai penyesuaian,” tambahnya.

Menurutnya, revisi Perda tentang BUMDes menjadi prioritas.

Sebab, ia menjelaskan, BUMDes menjadi satu penyangga perekonomian di Kabupaten Klaten.

Selanjutnya, sambung Hamenang, perda mengenai sampah di Kabupaten Klaten juga patut untuk segera dibahas.

Pasalnya, berbicara mengenai daerah berkembang, tentu tidak terlepas dari permasalahan sampah.

"Berbicara soal sebuah kota yang mau berkembang, tentu permasalahan utama adalah persampahan. Nah, pada 2022 mendatang, kami akan membuat perda mengenai persampahan," paparnya.

Terkait konsentrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, Hamenang menyampaikan, akan membahas tentang kebangkitan ekonomi di Kabupaten Klaten.

"Konsentrasi APBD Kabupaten Klaten untuk 2022 tentu sesuai harapan masyarakat. Intinya masih berkaitan dengan kebangkitan ekonomi. Bantuan-bantuan sosial masih harus kami turunkan ke warga," tegasnya.

Agar terjadi penguatan ekonomi di masyarakat, Hamenang menyebut, bantuan-bantuan ke usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM juga harus tetap dijalankan.

"Bantuan kami harapkan lebih banyak ke sektor UMKM. Bukan sekadar bansos. Kalau bansos, kan, ibarat pancing. Cuma dikasih umpan, kalau sudah dimakan, ya, selesai. Kami coba ganti dengan memberi pancing supaya warga bisa berusaha," paparnya.

Ketika memberikan bantuan, kata Hamenang, harus dibarengi dengan pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang bisa membantu para pelaku UMKM.

“Selama ini, kan, sudah mulai. Tahun depan, program akan lebih masif agar perekonomian bangkit," tukasnya. (adv/mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved