Breaking News:

Feature

Kisah Pasutri Penyandang Disabilitas Asal Magelang Kreasikan Pot Unik Berbahan Serabut Kelapa

Keterbatasan fisik Urip Warsono dan Sri Haryani asal Bumisegoro, Kecamatan Borobudur, Magelang, tak jadi alasan untuk bergantung pada orang lain.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Tribun Jogja/ Nanda Sagita
KARYA - Urip Warsono dan Sri Haryani memperlihatkan pot serabut kelapa karya mereka, tempo hari. 

Keterbatasan fisik yang dialami sejoli, Urip Warsono (50) dan Sri Haryani (45) asal Bumisegoro, RT 06 RW 08, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak menjadikan alasan keduanya untuk bergantung hidup pada orang lain.

BERMODALKAN serabut kelapa yang tidak dipakai, keduanya berhasil menyulapnya menjadi pot bunga unik bernilai ekonomis. Karya itu dipajang di rumahnya yang layaknya galeri kecil bernama Griya Handycraft Disabilitas.

Urip menceritakan, awal dirinya dan sang istri berkecimpung dalam dunia kerajinan pot serabut akibat hilangnya pekerjaan dampak pandemi Virus Corona. Tak dimungkiri, wabah penyakit yang mulanya ditemukan di Wuhan, China, ini menghantam berbagai sendi kehidupan. Nyaris di seluruh dunia.

"Mendalami dunia kerajinan tangan pot serabut (kelapa) terbilang baru, sejak 2020 lalu, ketika pandemi merebak. Awalnya pekerjaan saya menjual mainan keliling dari sekolah ke sekolah. Tapi, selama pandemi sekolah diliburkan sehingga pemasukan tidak ada sama sekali. Dari situlah mulai mencari-cari ide agar mendapatkan pemasukan lagi," ujarnya kepada Tribun Jogja, Selasa (28/9/2021).

Setelah mencari berbagai referensi, pilihannya pun jatuh pada kerajinan pot dari serabut kelapa. Urip secara autodidak mempelajari pembuatan pot serabut kelapa dengan menjajal sendiri menggunakan bahan di sekitarnya.

"Karena di sini kan kelapa itu banyak, tapi kulitnya (bagian luar) tidak dipakai. Dari situ langsung kepikiran, kenapa tidak dimanfaatkan saja. Tidak ada salahnya juga untuk mencoba," tuturnya.

Setelah berbagai percobaan membuat pot serabut kelapa, ia pun berhasil menemukan komposisi yang tepat, agar pot tersebut bisa terlihat menarik dan awet ketika digunakan. "Bisa sampai seperti sekarang, pastinya melewati banyak kegagalan dulu. Karena dari kegagalan-kegagalan itulah kami banyak belajar, sehingga hasil pot serabut lebih bagus lagi dan layak dipasarkan," ucap Urip.

Pembuatan pot serabut kelapa pun tidak sederhana. Perlu ketelitian dan kesabaran untuk tiap tahapnya. Mulai dari pemilihan bahan, yakni kulit kelapa harus dalam kondisi baik. Setelah, itu kulit kelapa harus direndam di dalam air supaya serabut mudah dibentuk.

Kulit kelapa yang sudah direndam di dalam air lalu dipukul-pukul sampai bentuknya memipih dan mengeluarkan serat-seratnya. Kemudian, serat tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu. Agar serabut bisa dibentuk sesuai keinginan.

"Prosesnya memang harus sabar dan telaten. Kalau bagian serabut sudah selesai, bagian lain yang tak kalah penting yakni pembuatan kerangka berbahan dasar dari kawat. Kerangka inilah yang menjadi fondasi sehingga pot bisa menghasilkan berbagai bentuk seperti setengah lingkaran, lonjong, hingga kerucut," ujar Urip.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved