Breaking News:

Punya Potensi Besar, ICMI Didorong Garap Wisata Sejarah Islam di Kota Yogyakarta

Punya Potensi Besar, ICMI Didorong Garap Wisata Sejarah Islam di Kota Yogyakarta

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Umat muslim usai menjalani ibadah Salat Jumat di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (2/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Yogyakarta berupaya ikut memberi konstribusi untuk dunia pariwisata.

Mereka diyakini bisa berperan dalam kebangkitan sektor itu di tengah pandemi corona.

Ketua Forum Komunikasi Kampung Wisata Kota Yogyakarta Ibnu Titiyanto, dalam diskusi daring "Strategi Menggeliatkan Kembali Pariwisata Kota Yogyakarta", beberapa waktu lalu, mengatakan, bahwa ICMI bisa mengambil peran dalam isu pengembangan wisata halal di wilayah Kota Yogyakarta.

"Karena belum ada pihak yang mendorong lebih kuat. Juga wisata sejarah Islam dan sejarah Muhammadiyah, karena di Yogyakarta itu ada Kotagede dan Kauman sebagai tempat yang berkaitan erat dengan hal tersebut," tandas Ibnu.

Sependapat dengan Ibnu, Pakar Pariwisata UGM, Prof. Dr. Muhammad Baiquni mendorong agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Kota Yogyakarta. Yakni, dengan menyelami kehidupan masyarakat di kampung-kampung wisata.

Baca juga: WISATA UNIK SLEMAN : Air Terjun Berundak Grojogan Watu Purbo, Sajikan Wisata Edukasi Mencintai Alam

"Paket-paket mengenal lebih dalam kampung-kampung seperti Kauman, Krapyak, Kotagede dan lain-lain, dalam format self development, untuk segmen tertentu, ataupun umum, itu sangat bisa didesain, dikemas di Yogyakarta," ucapnya.

Terlebih, Yogyakarta berada di sekitaran tiga world heritage, yang begitu terkemuka. Oleh sebab itu, ia pun berharap agar ICMI mengambil peran untuk konsep tersebut. Sebab, di kota pelajar sendiri, sejauh ini belum digarap secara maksimal.

"ICMI bisa mendorong pariwisata berbasis masyarakat, dan pendampingan UMKM. ICMI tidak boleh hanya berkata-kata saja, ya, supaya ilmu kanti laku terwujud," tandas Baiquni.

Sementara Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, yang juga didapuk sebagai narasumber mengatakan, situasi pandemi belum berakhir.

Sehingga, kewaspadaan harus terus diterapkan. Meski demikian, ia tidak menampik, perlahan-lahan pelonggaran aktivitas wisata dilakukan pihaknya.

"Karena itu, kami berharap komitmen seluruh pelaku wisata, untuk bertanggungjawab, ya, membawa wisatawan dalam keadaan sehat. Itu hal penting," pungkas Heroe. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved