PDAM Tirta Handayani Temukan Sumber Air Baru di Saptosari, Berada di Kedalaman 100 Meter

PDAM Tirta Handayani Temukan Sumber Air Baru di Saptosari, Berada di Kedalaman 100 Meter

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Dirut PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta (kiri) dan Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Imam Prakosa (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul belum lama ini menemukan dua titik baru sumber air tanah.

Keduanya pun akan dioptimalkan untuk meningkatkan produksi air bersih bagi masyarakat.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharta mengatakan dua sumber air tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan dengan teknologi Electromagnetic Very Low Frequency.

"Keduanya berada di kawasan Kapanewon Tanjungsari dan Saptosari," ujar Toto pada wartawan, Selasa (05/10/2021).

Menurutnya, sumber air tersebut berupa jalur sungai bawah tanah.

Pihaknya pun menduga jalur ini merupakan bagian dari jaringan sungai bawah tanah yang terhubung menuju Pantai Baron dan Ngobaran.

Mengacu pada wilayahnya, Toto mengatakan dua sumber baru ini berada di zona selatan Gunungkidul. Adapun kedalaman sumber di Tanjungsari mencapai 50 meter, sedangkan yang di Saptosari sekitar 100 meter.

"Kami harap dua titik ini bisa jadi sumber air baku yang baru," katanya.

Baca juga: Masih Ada Wilayah Alami Kekeringan, BPBD Magelang Terus Lakukan Droping Air Bersih

Baca juga: Masuki Awal Musim Hujan, 7 Desa di Klaten Masih Dapat Bantuan Air Bersih

Selama ini, PDAM Tirta Handayani memanfaatkan sungai bawah tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. Kawasan Pegunungan Sewu disebut kaya dengan jaringan sungai bawah tanah ini.

Menurut Toto, lokasi dua sumber baru ini terbilang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu memudahkan pihaknya untuk memproses dan mendistribusikan air ke masyarakat, sehingga terjadi efisiensi biaya operasional.

"Seperti di Tanjungsari, jika pengeboran bisa dilakukan maka cukup satu kali pemompaannya ke reservoir lalu dialirkan ke rumah warga," jelasnya.

Toto pun meyakini dua sumber baru ini bisa melayani warga di zona selatan secara lebih luas. Pihaknya pun juga masih terus berupaya mencari sumber-sumber air baru lainnya, seperti di zona tengah.

Sejumlah wilayah di Gunungkidul hingga kini masih kerap mengalami krisis air bersih saat kemarau tiba.

Mereka pun bergantung pada bantuan distribusi air bersih yang biasa dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sapto Wibowo mengatakan hingga kini pihaknya masih terus menyalurkan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.

"Sejauh ini sudah lebih dari 1.700 tangki yang kami salurkan, dari total kuota 2.200 tangki," kata Sapto.(Tribunjogja/Alexander Ermando)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved