Breaking News:

Facebook Cs Tumbang, Kekayaan Zuckerberg Lenyap Rp98 Triliun

Facebook, Whatsapp dan Instagram kembali tumbang dan merupakan kejadian terparah sejak peristiwa serupa terjadi pada 2019.

Editor: Agus Wahyu
Way
WhatsApp - Facebook Messenger- Instagram 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Facebook, Whatsapp dan Instagram kembali tumbang dan merupakan kejadian terparah sejak peristiwa serupa terjadi pada 2019. Saat itu terjadi down lebih dari 24 jam.

Kali ini layanan milik Mark Zuckerberg ini down selama 6 jam. Akibatnya banyak yang kebingungan, terutama yang menjadikan Facebook, Whatsapp dan Instagram sebagai tools mata pencaharian.

Dalam keterangannya Selasa (5/10/2021), Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan, bahwa kemungkinan ada kesalahan pada DNS (Domain Name System), namun apa yang menyebabkan DNS bermasalah tentu pihak Facebook yang lebih tahu.

“DNS ini mengantarkan URL tertentu dalam hal ini facebook.com ke IP tertentu dimana Facebook berada. Dalam kasus ini ada yang menarik keluar authoritative DNS route yang memungkinkan semua jaringan internet berkomunikasi dengan Facebook. Hal ini bisa juga terjadi karena human error,” terang chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC ini.

Pratama menambahkan, bahwa kemungkinan ada kesalahan sistem memang cukup serius. Buktinya sistem untuk komunikasi di internal Facebook juga ikut tumbang.

“Dari keterangan internal Facebook, mereka juga akhirnya menggunakan Outlook untuk berkomunikasi sementara, karena sistem komunikasi internal mereka juga ikut down. Bahkan sejumlah pegawai Facebook langsung diturunkan ke pusat data mereka, untuk menangani masalah,” jelas Pratama.

Menurutnya, kemungkinan hilangnya authoritative DNS route pada Facebook semakin menguat dengan perbaikan yang harus dilakukan di pusat data Facebook. Artinya para engineer Facebook juga tidak bisa mengakses sistem Facebook dari luar pusat data, karena ketiadaan DNS.

“Pada 2019, setidaknya empat kali Facebook, Whatsapp dan Instagram mengalami gangguan secara bersamaan. Menurut pengakuan Facebook beberapa penyebab di antaranya karena ada update sistem baru pada layanan digital tersebut,” jelasnya.

"Namun, kemungkinan peretasan itu juga ada. Jika akar permasalahanya di DNS, penyebabnya bisa miss configuration oleh kesalahan manusia atau karena peretasan. Karena memang sudah berkali-kali down, dan kalau disebabkan kesalahan konfigurasi atau human error, sepertinya tidak mungkin bisa terulang terus," ujar Pratama.

Lebih jauh Pratama menambahkan, kita tidak bisa terus menerus bergantung pada layanan asing. Sebaiknya pemerintah menjadikan kemandirian aplikasi siber sebagai salah satu program utama beberapa tahun mendatang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved