Sinetron Ikatan Cinta

2 Hal Yang Membuat Nino di Sinetron Ikatan Cinta Tetap Semangat Menjalani Hidup

2 Hal Yang Membuat Nino di Sinetron Ikatan Cinta Tetap Semangat Menjalani Hidup

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
Tangkapan layar YouTube RCTI Layar Drama Indonesia
Nino saat hendak membawa Reyna tes DNA 

TRIBUNJOGJA.COM - Dua hal yang saat ini membuat Nino semakin bersemangat menjalani hidup meski indera penglihatannya tak berfungsi.

Pertama adalah Reyna, alias Nindi, putri kandungnya hasil pernikahan dengan Andin.

Kedua adalah berita baik dari Irfan yang membantu dirinya mendapatkan dokter terbaik yang akan membuka peluang penglihatannya bisa diperbaiki.

Bagi Nino, dua hal ini memang menjadi bahan bakar dirinya untuk terus memelihara asa kehidupannya.

Diceritakan sebelumnya, banjir air mata di lanjutan kisah Sinetron Ikatan Cinta. Momen paling mengharukan terjadi.

Untuk kali pertama Nino bertemu Reyna setelah mengetahui bahwa Reyna adalah putrinya.

Sesak, perih, pilu yang dirasakan Nino. Dipeluknya erat erat Reyna sembari mengutuki dirinya sendiri. 

Di dalam hati, Nino terus meminta maaf pada Reyna atas apa yang dilakukannya dulu.

Nino teringat saat sengaja mengacuhkan Andin ketika meminta Nino membesuknya di rumah tahanan.

Bahkan Nino kala itu tak sudi melihat bayi yang dilahirkan oleh Andin, padahal itu adalah darah dagingnya.

Hati siapa yang tak hancur melihat darah dagingnya sendiri namun tak kuasa mendekap setiap saat.

Baca juga: 2 KEBAHAGIAAN SEMU di Sinetron Ikatan Cinta, Riki Turut Bahagia Jika Elsa Bahagia Karena Nino

Nino saat terjatuh dari kursi roda
Nino saat terjatuh dari kursi roda (Tangkapan layar YouTube RCTI Layar Drama Indonesia)

Hal ini dialami oleh Nino saat ini. Sembilu menyayat dan mengiris sejadinya setiap detik waktu berputar.

Bukan salah Nino semata memang, namun nasi telah menjadi bubur, semua karena Nino ceroboh dan termakan omongan Elsa empat tahun lalu.

Nino terbuai fitnah keji Elsa yang ditujukan untuk Andin. Kini, Nino berusaha berdamai dengan dirinya sendiri, menerima kenyataan bahwa Reyna sudah hidup bahagia bersama Andin dan Al.

Nino tak bisa tidur, ia didera gundah gulana. Nino curhat kepada Opa Can soal perjanjiannya dengan Andin.

Nino menungkapkan jika hatinya sakit jika terus dipanggil Om oleh Reyna, padahal putrinya sendiri.

Kala itu, Andin kembali dilanda kecemasan. Penyebabnya adalah Reyna yang bakal bertemu Nino lagi. Nino bakal berkunjung ke rumah Andin untuk bertemu Reyna.

Saking antusiasnya, Reyna yang memang dekat dengan Nino, membuatkan sandwich khusus untuk Nino.

Om Baik, begitu panggilan akrab Reyna kepada Nino. Melihat antusias Reyna yang akan bertemu Nino, Andin khawatir.

Al pun berusaha menenangkan Andin dengan memastikan bahwa Andin akan mendapatkan hak penuh atas Reyna.

Andin pun mengamini Al meskipun terlihat masih cemas. Andin hanya khawatir bahwa Reyna yang bakal terus meminta bertemu Nino.

Reyna Itu Energi Nino

Mendengar suara Reyna saja Nino sudah bahagia bukan kepalang.

Reyna bagi Nino adalah bahan bakar untuk terus bisa menjalani kehidupannya.

Di benak terdalam Nino, ia sangat ingin dipanggil Papa oleh Reyna, putrinya sendiri, namun apa daya, Reyna memanggilnya Om Baik.

Nino pernah curhat kepada Opa Can soal perjanjiannya dengan Andin.

Nino mengungkapkan jika hatinya sangat sakit jika terus dipanggil Om oleh Reyna, padahal putrinya sendiri.

Baca juga: 11 Sinetron Lain Yang Dibintangi Natasha Dewanti, Pemeran Mama Sarah di Sinetron Ikatan Cinta

Nino saat masih dirawat
Nino saat masih dirawat (Tangkapan layar YouTube RCTI Layar Drama Indonesia)

Andin sudah membawa Reyna bertemu Nino. Andin menepati janjinya kepada Nino.

Namun Andin meminta syarat ke Nino agar tak mengungkapkan siapa dirinya kepada Reyna.

Mengetahui rencana Al dan Andin, Mama Rosa khawatir jika Nino melanggar janjinya.

Al meyakinkan ke Mama Rosa, Nino bakal menepati janjinya.

Jika tidak, Al bakal tak izinkan Nino bertemu Reyna seumur hidup.

Sebelum diizinkan bertemu Reyna, Al meminta Nino menyetujui surat perjanjian bermaterai agar terikat secara hukum jika Nino ingkar.

Nino sempat mempertanyakan pada Al soal surat tersebut. Opa Can segera meyakinkan Nino agar menyepakati apa yang telah disetujui sebelumnya.

Akhirnya Nino pun membubuhkan cap jempol dalam surat tersebut tanda sepakat.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved