Breaking News:

PSIM vs HW FC

Kemenangan Perdana Laskar Mataram Harus Sirna

PSIM Yogyakarta gagal mempertahankan keunggulan pada babak pertama melawan HW FC dan dipaksa bermain imbang dengan skor 1-1

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
ISTIMEWA/Dok PSIM
IMBANG - Selebrasi Aditya Putra Dewa setelah mencetak gol ke gawang HW FC lewat penalti bagi PSIM. 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - PSIM Yogyakarta gagal mempertahankan keunggulan pada babak pertama melawan HW FC dan dipaksa bermain imbang dengan skor 1-1, pada pertandingan pekan kedua Liga 2 2021/2022 yang di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Senin (4/10/2021) malam.

Penampilan anak asuh Seto Nurdiyantoro di babak kedua dapat diatasi dengan baik oleh para pemain HW FC. Beberapa penggawa pengganti PSIM tidak bisa berkembang, berbeda dengan HW FC yang melakukan pergantian pemain dengan efektif.

Terbukti pada babak kedua HW FC yang tampil lebih trengginas. Mereka dapat mengatasi permainan PSIM Yogyakarta dengan baik, sehingga gol balasan pun tercipta oleh pemain pengganti, Bayu Arfian di pengujung laga.

Gol tersebut memupus harapan PSIM untuk meraih kemenangan perdananya musim ini. Sementara gol yang diciptakan PSIM terjadi pada babak pertama oleh Aditya Putra Dewa melalui tendangan penalti.

Pelatih HW FC, Herrie Setyawan menegaskan, kunci sukses membombardir pertahanan PSIM di babak kedua terdapat dari skema yang berubah total dari babak pertama. "Kita tahu kecolongan gol karena penalti di babak pertama. Selanjutnya babak kedua kita coba mengubah skema, kita masukan beberapa pemain, dan itu pergantian yang tepat sehingga mengubah situasi pertandingan," katanya.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara menyebut, sejak babak pertama anak asuhnya masih memiliki beban untuk memenangkan pertandingan. "Sehingga permainan anak-anak belum bisa lepas. Babak pertama ada beberapa peluang yang 99 persen bisa jadi gol, namun itu tidak tercipta. Harapannya pemain bisa melupakan pertandingan hari ini (kemarin), dan fokus menatap pertandingan berikutnya," kata pelatih asal Kalasan, Sleman ini.

Selain itu Seto juga membeberkan akan mengevaluasi permainan malam ini, terutama untuk lini depan Laskar Mataram yang hingga babak kedua tidak mampu mencetak gol.

"Evaluasi pasti, kita coba ke depannya untuk menumbuhkan naluri-naluri mencetak gol lagi, supaya nanti tidak ada lagi peluang yang disia-siakan," jelas Seto.

Ia menyebut, kekalahan kali ini menjadi tanggung jawab dirinya karena belum dapat mengantarkan PSIM memenangkan laga. Serta kacaunya permainan di babak kedua menjadi pekerjaan rumah bagi eks pelatih PSS Sleman ini.

"Apa pun itu ini jadi tanggung jawab saya, dan pemain bagaimanapun sudah melakukan yang terbaik," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved