Breaking News:

Awasi Pelaksanaan PTM, Pemkot Magelang Belum Izinkan Pelajar Gunakan Angkutan Umum

Pemerintah Kota (Magelang) terus mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk meminimalisirnya terjadinya penularan

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Magelang) terus mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk meminimalisirnya terjadinya penularan kasus Covid-19.

Satu di antaranya tidak mengizinkan pelajar menggunakan angkutan umum saat hendak pergi atau pulang sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono menuturkan, sebenarnya aturan dalam pelaksanaan PTM sudah dijelaskan larangan penggunaan angkutan umum.

Baca juga: PSS Sleman Imbang Lawan Persik Kediri, Dejan Antonic: Tekanan Publik Cukup Mengganggu Pemain

"Namun, untuk mengetatkan lagi aturan ini. Kami akan koordinasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota. Supaya, mengawasi dan memastikan pelajar tidak memakai angkutan umum," terangnya, Minggu (03/10/2021).

Ia menambahkan, pengetatan dalam pelaksanaan PTM akan terus dilakukan apalagi menyusul ditemui klaster PTM di beberapa wilayah.

"Kami tidak ingin ada penularan ataupun klaster dari ranah sekolah. Sehingga, upaya pengendalian terus kami lakukan," ucapnya yang juga sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang itu.

Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Kustomo mengatakan pihaknya mendukung terkait pemantauan transportasi yang digunakan pelajar ketika pergi dan pulang sekolah.

"Kami mendukung terkait hal itu. Meskipun, sebenarnya sosialiasi agar pelajar yang melaksanakan PTM diminta untuk diantar oleh orangtua sudah dilakukan," tuturnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Berharap Seluruh Kalurahan Miliki Kampung Wisata

Selain itu, pihaknya juga melakukan uji petik (tes acak) antigen dan PCR di masing-masing sekolah.

"Uji petik ini, kami lakukan setiap seminggu sekali dilakukan secara acak kepada para pelajar, guru, maupun tendik. Sejauh ini, belum untuk hasilnya belum ada laporan positif," ucapnya.

Selama PTM berlangsung, lanjutnya, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan PTM berjalan baik.

Pihaknya memastikan sekolah yang mengikuti PTM menerapkan prokes dengan ketat.

"Saat ini,sebanyak  23 sekolah SMP, SD sebanyak 77 sekolah, dan PAUD sebanyak 106 sekolah yang menggelar PTM. Sejauh ini, berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan PTM berjalan dengan baik," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved