Breaking News:

Waspada Varian MU Sudah Masuk Negara Tetangga dan Muncul Lagi Varian R.1

Di tengah landainya angka penularan virus corona, muncul varian baru bernama varian MU. Bahkan kabarnya, varian MU sudah masuk Malaysia.

Editor: ribut raharjo
SHUTTERSTOCK/Lightspring
Ilustrasi varian baru Virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Virus Covid-19 varian Delta memicu lonjakan kasus baru di Tanah Air.

Bersyukur kini angka penularan Covid-19 landai dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM pun mengalami turun level di berbagai daerah.

Namun di tengah landainya angka penularan virus corona, muncul varian baru bernama varian MU. Bahkan kabarnya, varian MU sudah masuk Malaysia.

Mengutip Kompas TV, Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan menyebut virus Covid-19 varian MU saat ini sudah menyebar di hampir ke 40 negara dunia.

Bahkan, kata dia, varian MU sudah sudah masuk negara tetangga, Malaysia.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah harus mewaspadai agar varian MU tidak masuk ke Indonesia. Dia juga meminta agar bercermin pada masuk varian Delta di Tanah Air.

“Bahkan ini harus waspada ya, varian MU yang terakhir ya yang terbaru itu sudah sampai Malaysia. Negara tetangga kita loh, udah dekat loh, jangan sampai (terjadi seperti) Delta lagi, dulu sampai India kita tenang-tenang akhirnya masuk. Nah, ini sudah sampai Malaysia Mu, kita harus antisipasi jangan sampai masuk ke Indonesia,” kata Erlina dalam diskusi virtual yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Kamis (30/9/2021).

Erlina mengatakan, virus Covid-19 terus bermutasi, meski "Yang paling dominan adalah memang Delta itu betul. Varian MU juga sudah ada, itu berasal dari Amerika Selatan, Kolombia, ya tetapi sudah menyebar ke hampir ke-40 negara,” ujarnya.

Sekalipun varian MU tersebut belum termasuk varian of concern (VoC) namun varian ini bisa berpengaruh terhadap penularan yang pesat dan derajat keparahan, juga efektivitas vaksin.

“Kalau MU itu belum termasuk varian of concern, varian ini ada pengaruh terhadap bahaya penularan yang sangat pesat. Kemudian juga membuat penyakit tingkat derajat beratnya penyakit lebih berat dan juga berpengaruh terhadap vaksinasi,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved