Breaking News:

Riuh #DejanOut Belum Berujung

Keinginan dua kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania agar Dejan Antonic angkat kaki dari kursi kepelatihan PSS.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Suporter PSS Sleman padati kantor PT PSS untuk tuntut Dejan Out dari kursi pelatih PSS Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keinginan dua kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania agar Dejan Antonic angkat kaki dari kursi kepelatihan PSS sampai saat ini belum dipenuhi manajemen. Bahkan setelah kedua kelompok suporter PSS itu mendatangi Kantor PT PSS di kawasan Jalan Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Sleman, Kamis (30/9/2021), manajemen memilih untuk mempertahankan pelatih asal Serbia itu.

Menurut penuturan seorang suporter PSS, pihaknya telah berbicara langsung dengan Direktur Utama PT PSS, Marco Garcia Paolo lewat sambungan telepon bersama Direktur Operasional, Hempri Suyatna, yang didampingi Direktur Komersial, Yoni Arseto, dan Asisten Manajer, M Eksan.

Dalam perbincangan tersebut, ia mengatakan bahwa pihak direksi PT PSS yang dipimpin Marco akan memenuhi tuntutan untuk memecat Dejan Antonic, namun dengan syarat PSS Sleman bakal dipindahkan markasnya.

"Itu tadi (kemarin) saya dengar langsung omongan dari Marco, dan tidak saya tambah-tambahi dan kurangi. Ketiga pihak manajemen di sini Mas Eksan, Mas Hempri, dan Mas Yoni juga ikut mendengarkan," ujar salah satu suporter PSS itu saat mengumumkan kepada para suporter PSS yang tengah menunggu di depan kantor PT PSS.

Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh rekan-rekan suporter agar tidak terpengaruh dengan ujaran Marco tersebut. "Kita jangan sampai bentrok dengan aparat di sini, jangan sampai kita juga menyakiti manajemen yang saat ini berada di Sleman (Hempri, Eksan, dan Yoni). Mari kita rembuk bareng-bareng dengan kepala dingin bagaimana baiknya, kita sama cari cara untuk melawan ini," bebernya.

Sementara itu asisten manajer PSS Sleman, M Eksan, membenarkan jika Marco mengatakan apabila direksi memecat Dejan, maka markas PSS akan dipindahtempatkan. "Ucapan soal Marco yang dibilang rekan-rekan suporter itu benar. Ucapan itu tentu sangat kita sayangkan, mungkin semuanya dengan kondisi saat ini sedang emosi. Saya harap jangan sampai ini jadi masalah yang baru lagi," jelas Eksan.

Kendati begitu, eks pemain yang pernah mengantarkan PSS naik kasta pada tahun 2000 itu berharap konsentrasi tim yang sedang menjalani kompetisi liga tidak terganggu. "Mudah-mudahan ini bisa terselesaikan cepat, dan kami tidak ingin ada anarkisme. Intinya semua bisa berjalan dengan baik, saya harap tim ini jangan terpengaruh dengan apa pun itu, dan supaya fokus ke Liga, tujuan kami supaya PSS tetap eksis di Liga 1," ujarnya.

"Saya fokusnya, di tim ini jangan ada pengaruh lagi. Kalau saya di jajaran tim, sayang ingin tim ini berjalan lancar dan dapat hasil maksimal," imbuh Eksan.

Desakan
Sebelumnya tagar #DejanOut sudah mencuat sejak kekalahan PSS Sleman atas Madura United 0-1 pada pekan keempat BRI Liga 1. Kemudian puncaknya setelah kalah dari Persebaya Surabaya Rabu (29/9) malam. Bahkan tagar sempat masuk di jajaran trending topic di Twitter.

Malam itu, PSS tampil buruk dengan komposisi tim yang tidak bisa berbuat banyak. Pada babak kedua, PSS mulai menunjukan penampilan lebih baik dengan masuknya Fitra Ridwan, Irkham Zahrul Mila, Samsul Arifin, Arsyad Yusgiantoro, dan Misbakus Solikin.

Alhasil gol berhasil diciptakan melalui tandukan Irfan Jaya lewat umpan dari Irkham Zahrul Mila. Namun semua itu terlambat, mental pemain PSS tampak sudah luluh lantak, akibat dua gol cepat Persebaya dan kesempatan penalti yang dieksekusi oleh Juninho tidak berbuah gol. Pelatih PSS, Dejan Antonic juga mengakui itu. "Jika saja penalti itu gol, maka jalannya pertandingan akan berubah," ucapnya. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja Edisi Jumat 1 Oktober 2021 halaman 1

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved