Breaking News:

Kesehatan

Prevalensi Penderita Penyakit Jantung di Yogyakarta Masih Tinggi

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, DIY menempati urutan kedua setelah Kalimantan Utara dengan prevalensi 2 persen.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Health News
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prevalensi penyakit jantung di DI Yogyakarta ternyata masih tinggi.

Bahkan, dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, DIY menempati urutan kedua setelah Kalimantan Utara dengan prevalensi 2 persen.

Padahal, angka kejadian penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi 1,5 persen.

Hal tersebut berarti bahwa 15 dari 1.000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung.

Pakar Kesehatan Jantung Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr dr Budi Yuli Setianto SpPD K-KV SpJP(K) mengatakan, penyakit jantung menjadi penyebab hampir setengah dari semua kematian non-communicable disease.

Baca juga: Tanda-tanda dan Penyebab Penyakit Jantung di Usia Muda yang Perlu Anda Ketahui

Maka, penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

“Data WHO tahun 2015 bahkan menunjukkan 70% dari 3,5 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular atau NCD. Dari jumlah tersebut, 45% berasal dari penyakit jantung dan pembuluh darah,” katanya, Jumat (1/10/2021).

Dia mengatakan, penyakit jantung paling berbahaya adalah serangan jantung atau sindrom koroner akut.

Menurutnya, serangan jantung bisa menjadi kondisi medis yang mengancam jiwa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved