Risiko Kematian Rendah, Beternak Ayam Joper Dinilai Punya Potensi Menjanjikan 

Kelompok Tani Sari Mandiri di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman memanen 500 ayam Joper (Jowo super). Ayam tersebut berasal dari bantuan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat melakukan panen ayam Joper di Kelompok Tani Sari Mandiri di Bangunkerto, Kapanewon Turi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kelompok Tani Sari Mandiri di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman memanen 500 ayam Joper (Jowo super).

Ayam tersebut berasal dari bantuan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kabupaten Sleman. Hasil panen dinilai cukup menggembirakan. 

Ketua Kelompok Tani Mandiri, Sugito RA mengatakan, beternak ayam Joper atau ayam Jawa Super memiliki potensi yang menjanjikan.

Mengingat pangsa pasar masih terbuka lebar. Di pasaran, harganya dibandrol Rp 30.000 per kilogram. Ayam ini dapat dipanen dalam kurun waktu 60 hari pada usia ayam 55 hari. Resiko kematiannya juga cukup rendah. 

Baca juga: APBD Perubahan 2021 Disahkan, Proyeksi Belanja Pemkab Gunungkidul Naik

"Selama masa produksi, tingkat kematian ayam Joper hanya kurang dari 1 persen," ujar Sugito, ketika melakukan panen bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Rabu (29/9/2021). 

Selain memanen ayam Joper, di Bangunkerto Danang juga menyempatkan melakukan panen perdana bawang merah varietas Lokananta bersama kelompok Tani Sari Manggala.

Panen bawang merah dilakukan pada area tanam seluas 2.000 meter, dengan estimasi jumlah produksi mencapai 1,5 hingga 1,7 ton. 

Ketua Kelompok Tani Sari Manggala, Bagianto mengatakan, bawang merah varietas Lokananta sedikit berbeda dibanding bawang merah pada umumnya.

Penanaman berasal dari biji bukan dari umbi. Dapat dipanen 70 hari setelah ditanam dan hasil produksinya bebas dari pestisida. Varietas ini menurutnya cocok ditanam di wilayah Turi.

Baca juga: APBD Perubahan 2021 Disahkan, Proyeksi Belanja Pemkab Gunungkidul Naik

"Di pasaran, bawang merah Lokananta ini dibandrol dengan harga Rp 15.000 per kilogram," tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, dalam sambutannya, menyambut baik dan mengapresiasi adanya komoditas bawang merah yang ditanam di wilayah Turi.

Danang berharap hal ini dapat memotivasi dan menjadi percontohan bagi petani lainnya.

"Saya berharap (pertanian bawang merah) ini dapat memicu para petani lain terutama para petani milenial untuk dapat menyukai pertanian," ujar dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved